Berita Archive
Sebanyak 2.711 ekor burung berhasil diamankan Polisi Kehutanan Balai Besar KSDA Jawa Timur di atas Kapal Motor (KM) Mahkota, yang sandar di Pelabuhan Jamrud – Tanjung Perak Surabaya (03/12/2015). KM Mahkota tersebut mengangkut burung-burung dari Balikpapan – Kalimantan Timur, yang rencananya akan dibawa …
Musim kemarau tahun 2015 ini sudah memasuki masa yang kritis untuk kehidupan satwa di hutan wilayah Jember. Kondisi ini merugikan bagi satwa yang tinggal di hutan wilayah selatan Jember namun merupakan menguntungkan bagi pelaku perburuan. Cadangan air yang terus menurun di dalam kawasan …
Tak ada jeranya para penyelundup satwa liar yang dilindungi undang-undang melakukan kegiatan penyelundupan belasan burung-burung eksotik ke Jawa Timur. Seperti yang terjadi kemarin, 2 November 2015, Satpolair Tanjung Perak menggagalkan upaya tersebut di perairan Laut Jawa.
Satuan Polisi Kehutanan (Polhut), Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Besar KSDA Jatim (BBKSDA Jatim) bersama Satreskrim Polres Probolinggo dan LSM COP berhasil membongkar perdagangan satwa secara online via Facebook dan BBM, 21 Oktober 2015.
Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri kembali mengamankan satwa langka yang dilindungi. Kali ini, polisi mengamankan satwa jenis biawak kalimantan tanpa telinga atau Varanus Borneensis yang coba diselundupkan ke Jerman.
Abdul Rokhim, warga Dusun Suko, Desa Sumberpucung, Kec. Sumberpucung, Malang, akhirnya menyerahkan buaya temuannya ke petugas Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim), 16 Oktober 2015.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 4 desa penyangga kawasan lindung sumber mata air, yaitu Desa Tempurejo tanggal 6 Oktober, Desa Tunge tanggal 7 Oktober, Desa Plosokidul tanggal 12 Oktober dan Desa Jarak tanggal 13 Oktober 2015. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran …
Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen, Pasuruan, mendapat keluarga baru dengan kelahiran seekor anak jerapah berjenis kelamin betina. Kelahiran anakan jerapah ini menambah koleksi satwa asli Arfika menjadi 6 ekor.
Direktorat Jasa Lingkungan Hutan Konservasi (PJLHK) melakukan sosialisasi mengenai penguatan / pengembangan kelembagaan pemanfaatan jasa lingkungan air di kawasan konservasi, 9/10/2015.
Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup, Rasio Ridho Sani mengatakan akan ada tambahan perusahaan yang digugat perdata karena telah merugikan negara atas dugaan pembakaran lahan dan hutan di wilayah konsesinya.