Artikel Archive
Berbagai bencana alam sering terjadi dalam perjalanan sejarah umat manusia. Namun, semua itu tidak sebanding dengan bencana yang terjadi di Tiongkok medio 1958. Mao Zedong, Pemimpin RRT (Republik Rakyat Tiongkok) waktu itu, mengeluarkan dekrit: semua burung-gereja erasia di negara tersebut harus dibunuh. Mao …
Capung mungkin makhluk yang berpenampilan indah dan menarik, tapi jangan salah, mereka sebenarnya predator ganas dengan rahang tajam, pengelihatan hampir 360 derajat, dan dapat terbang mundur.
Berbagai persoalan mendera bentang alam karst di Indonesia, seperti penambangan batu gamping maupun alih fungsi lahan lain. Banyak faktor menjadi penyebab. Kondisi ini, harus mendapatkan perhatian serius pemerintah agar kerusakan karst tak berlanjut.
Indonesia merupakan habitat dua dari lima spesies badak yang ada di dunia yaitu badak jawa (Rhinoceros sondaicus) dan badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis). Populasi badak jawa berada di Taman Nasional Ujung Kulon. Sementara, populasi alami badak sumatera tersebar di beberapa kantong yang terpisah, di …
Terumbu karang yang sekarat, merosotnya jumlah ikan, dan peristiwa cuaca ekstrem menjadi pertanda bahwa laut sedang berada di titik kritis yang berbahaya.
Badak merupakan satwa berkuku ganjil (Perrisodactyla) yang masuk dalam anggota super-famili Rhinoceratoidea, keluarga super yang menghimpun seluruh spesies badak termasuk seluruh fosil keluarganya. Bila kita rinci lebih detil, badak berasal dari rumpun Hyracodontidae (badak yang suka berlari) dari zaman Eocene hingga keberadaannya melimpah …
Lembaga yang peduli terhadap kelestarian jenis-jenis burung, Burung Indonesia, dalam rilisnya melaporkan keragaman jenis burung di Indonesia pada 2014 yang lalu meningkat drastis menjadi 1.666 jenis dari tahun sebelumnya tercatat 1.605 jenis burung. Berdasarkan penelitian terbaru, penambahan jenis ini, dikarenakan adanya pemisahan jenis …
Beberapa tahun terakhir, berita petani Indonesia gagal panen yang disebabkan ganasnya hama yang menyerang padi atau tanaman pertanian lainnya seperti tikus, wereng, ulat, burung, dan sebagainya merebak.
Setengah tahun terakhir, ada empat keputusan hukum kasus perburuan dan perdagangan harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae). Ada yang dihukum berat, ada juga yang ringan. Kenapa? Ini membuktikan adanya kesenjangan dan perbedaan persepsi antara jaksa penuntut umum dan hakim.
Cerita tentang perburuan dan perdagangan ilegal satwaliar di Indonesia tidak hanya menyasar satwa-satwa besar seperti badak, harimau, gajah, elang dan spesies lain yang selama ini dikenal lekat dengan masyarakat. Bahkan capung yang selama ini keberadaannya sering dikesampingkan, juga tak luput dari incaran jaringan …