
Senandung Liar di Hutan Janggangan
Di bawah naungan langit yang cerah, suara alam menggema lembut di balik pepohonan kawasan Cagar Alam (CA) Janggangan II, Desa Pakel, Kecamatan Licin. Pada Jumat, 11 April 2025, tim gabungan dari Resor
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.

Di bawah naungan langit yang cerah, suara alam menggema lembut di balik pepohonan kawasan Cagar Alam (CA) Janggangan II, Desa Pakel, Kecamatan Licin. Pada Jumat, 11 April 2025, tim gabungan dari Resor

Setelah berbulan-bulan dirawat penuh kasih dalam masa karantina dan rehabilitasi, dua individu Kakatua Kecil Jambul Kuning (Cacatua sulphurea abbotti) akhirnya menyentuh kembali kebebasan. Mereka kini

Di tengah hiruk-pikuk kawasan permukiman modern Juanda Regency, Sidoarjo, seekor Ular Sanca Kembang (Malayopython reticulatus) muncul dari belantara kecil yang tersisa. Bukan sebagai ancaman, melainka

Dering ponsel berseru, bukan panggilan dari belahan jiwa, namun panggilan untuk menyelamatkan yang tak bisa bersuara. Di tengah padatnya aktivitas kota Gresik, sebuah aksi kolaboratif antara UPT. Pema

Dibalik debur gelombang Samudra Hindia dan bayang-bayang Suaka Margasatwa Pulau Nusa Barung, kehidupan terus menemukan jalannya. Pada 7 April 2025, tim Resor Konservasi Wilayah 14 Jember dari Balai Be

Di antara nisan tua dan lantai pabrik yang berdebu, dua makhluk asing dari rimba jauh terdampar. Seekor siamang jantan, primata bersuara nyaring dari hutan hujan Sumatera, ditemukan lemas di pemakaman

Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang atau yang lebih dikenal dengan Gunung Argopuro, akhirnya kembali membuka akses pendakian kepada publik per 8 April 2025. Setelah dua bulan di tutup sementara, seb

Di jantung Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang, di tengah hamparan savana Sikasur yang luas, tersembunyi sebuah sumber kehidupan yang telah mengalir selama berabad-abad: Cagar Alam Sungai Kolbu. Terl

Mentari pagi menyapu lereng Ijen, menyinari barisan manusia yang bergerak dengan tekad. Di tengah aroma kabut pegunungan, sekitar 80 peserta Ijen Rijik yang terdiri dari anggota Resort Konservasi Wila