Berita

Dari Sebuah Senja, Secangkir Kopi Menyalakan Kesadaran Konservasi di Halaman Sederhana

Surabaya – Senja perlahan turun di Kutisari Selatan XIII/39, Surabaya. Di halaman depan Kantor Seksi KSDA Wilayah III Surabaya, beberapa kursi ditata seadanya. Tak ada ruang rapat, tak ada podium, hanya ruang terbuka, udara sore yang beranjak malam, dan percakapan yang mengalir tanpa sekat.

Kunjungan dua perwakilan Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Koordinator Daerah Jawa Timur bersama delapan mahasiswa pecinta alam dari PLH Siklus ITS menjadi bagian dari kegiatan Bina Cinta Alam (14/04/2026). Namun pertemuan itu tidak berlangsung sebagai diskusi formal. Ia hadir sebagai sharing session santai, ringan, mengalir, dan jauh dari kesan kaku.

Di bawah langit yang perlahan gelap, obrolan berlangsung ditemani secangkir kopi dan hidangan sederhana ala kadarnya. Suasana yang cair membuat batas antara petugas dan para mahasiswa seakan menghilang. Semua duduk setara, berbagi cerita, bertanya, dan mendengar.

Dari percakapan yang tampak sederhana itu, tersibak gambaran yang lebih luas tentang konservasi. Tentang bagaimana kawasan suaka alam dan pelestarian alam dikelola, tentang peran pemerintah dalam menjaga keseimbangan ekosistem, hingga realitas di lapangan yang tidak selalu mudah.

Namun yang membuatnya berbeda, informasi itu tidak disampaikan sebagai materi yang berat. Ia hadir perlahan, menyusup di sela tawa ringan dan jeda percakapan, menyentuh ruang-ruang yang mungkin sebelumnya kosong. Tentang pentingnya konservasi keanekaragaman hayati, tentang relasi manusia dan alam, serta tentang tanggung jawab yang tumbuh dari kesadaran, bukan paksaan.

Waktu berjalan tanpa terasa. Dari sore hingga malam, diskusi tetap hidup, tidak selalu serius, namun tetap mengena. Di situlah, benih-benih ketertarikan mulai tumbuh. Keinginan untuk terlibat dalam kegiatan konservasi, seperti monitoring satwa, rehabilitasi, hingga pelepasliaran, muncul secara alami dalam percakapan.

Pertemuan sederhana di halaman kantor itu juga membuka awal komunikasi antara Balai Besar KSDA Jawa Timur dan mahasiswa pecinta alam. Sebuah langkah kecil menuju kolaborasi yang lebih luas, menghubungkan semangat generasi muda dengan pengalaman lapangan.

Harapannya pun tumbuh seiring malam yang semakin larut, adanya pendampingan, ruang belajar bersama, serta integrasi nilai-nilai konservasi dalam kehidupan kampus dan masyarakat. Bahwa menjaga alam tidak selalu dimulai dari langkah besar, tetapi bisa berawal dari percakapan ringan yang tulus.

Di halaman sederhana itu, tanpa dinding dan tanpa formalitas, konservasi menemukan cara lain untuk hadir, lebih dekat, lebih hangat, dan lebih manusiawi. Dari senja hingga malam, dari secangkir kopi, tumbuh kesadaran yang perlahan akan menemukan jalannya untuk menjaga alam Jawa Timur tetap lestari.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji – PEH Ahli Muda
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah II Gresik