
Luka telah Sembuh, Trenggiling Kembali ke Alam
Mentari nyaris tenggelam di balik lembah Taman Wisata Alam Gunung Baung saat suara langkah tim Matawali memecah kesunyian rumpun bambu. Kamis, 17 Juli 2025 menjadi hari kepulangan bagi dua makhluk mal
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Menampilkan hasil untuk: dengan tag #jawa-timur(974 artikel ditemukan)

Mentari nyaris tenggelam di balik lembah Taman Wisata Alam Gunung Baung saat suara langkah tim Matawali memecah kesunyian rumpun bambu. Kamis, 17 Juli 2025 menjadi hari kepulangan bagi dua makhluk mal

Hawa dingin menyergap aula Tirto Ageng, Kampus Akademi PLN Nusantara Power, Paiton, Jumat siang, 18 Juli 2025. Namun semangat para peserta rapat tak ikut membeku. Sejarah baru bagi konservasi dan eko

Di sebuah sudut pesisir yang bersetia dengan bisikan angin laut dan semilir aroma mangrove, tenda-tenda berwarna-warni berdiri tegak membentuk lingkaran harapan. Pada tanggal 16–17 Juli 2025, sebanyak

Di tengah riuh angin laut selatan dan rimbun hutan tropis yang belum tersentuh modernitas, langkah kaki para penjaga rimba kembali bergema di Suaka Margasatwa Pulau Nusa Barung. Mereka bukan sekadar p

Bermi, 15 Juli 2025. Mentari pagi masih malu-malu menyibak kabut tipis di dinginnya punggungan pegunungan, saat sayap Elang Bido mulai menari di langit. Ia bak menyambut langkah tim Smart Patrol BBKSD

Di balik semak belukar dan sunyinya hamparan vegetasi tropis Pulau Saobi, sepasang mata digital bekerja dalam diam. Kamera jebak yang dipasang oleh Tim Seksi KSDA Wilayah IV Pamekasan bersama Masyarak

Satu langkah kecil di Ballroom Hotel Ciputra World Surabaya, mungkin tampak biasa bagi sebagian orang. Namun bagi para penjaga benteng terakhir keanekaragaman hayati, langkah itu adalah bagian dari pe

Surabaya, 10 Juli 2025. Senja belum benar-benar turun di Pelabuhan Jamrud Utara, Tanjung Perak. Tapi ketegangan sudah menggantung di udara. Di antara deru mesin kapal dan hiruk pikuk aktivitas bongkar

Pulau kecil di utara Gresik itu seolah menanti sentuhan baru. Bukan dari gempita pembangunan, melainkan dari derap kaki para penjaga rimba. Pada Juli yang teduh, delapan rimbawan, mahasiswa magang Uni