
Mendengarkan Bisikan Gua Nglirip
Di balik rimbun dedaunan tua dan akar yang menjerat bumi, Cagar Alam Gua Nglirip tak hanya menyimpan dongeng masa lalu. Ia menyimpan kehidupan, bernafas dalam senyap, bergerak dalam bayang, dan berbic
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Menampilkan hasil untuk: dengan tag #satwa-liar(702 artikel ditemukan)

Di balik rimbun dedaunan tua dan akar yang menjerat bumi, Cagar Alam Gua Nglirip tak hanya menyimpan dongeng masa lalu. Ia menyimpan kehidupan, bernafas dalam senyap, bergerak dalam bayang, dan berbic

Di keheningan lereng Gunung Raung, seekor Kucing Kuwuk (Prionailurus bengalensis) perlahan melangkah menjauhi manusia. Tubuhnya kecil namun penuh ketegangan liar naluri yang belum pernah benar-benar p

Di balik panorama megah Kawah Ijen yang mendunia, akhir Mei 2025 ada kisah tak terdengar tentang perjuangan menjaga jantung liar pegunungan ini tetap berdetak. Tim Resort Konservasi Wilayah (RKW) 15 K

Suara dedaunan yang digeser kaki terasa nyaring di keheningan hutan. Di tengah rimbun Gunung Besar, Pulau Bawean, sekelompok warga menyusuri jalur berbatu sambil menatap layar peta. Mereka bukan pelan
Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang atau Argopuro selama ini menjadi saksi bisu bagi pendaki, peneliti, dan pencinta alam kini memasuki masa rehatnya. Mulai 6 hingga 20 Juni 2025, Balai Besar KSDA Ja

Puluhan tukik jenis Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) melangkah perlahan di atas pasir panas Pantai Bajulmati, Kabupaten Malang, Jumat sore, 30 Mei 2025. Ombak memanggil, angin laut berhembus lembu

Di balik kabut dingin Sabana Kecil, hutan bersuara dalam diam. Feses dan jejak kaki macan kumbang tergambar di tanah basah, sementara dari kejauhan, ekor Merak Hijau menari di antara padang ilalang. D

Hari Lahir Pancasila seharusnya menjadi momen refleksi kebangsaan. Namun di ujung timur Pulau Jawa, semangat itu nyaris tercoreng oleh ulah segelintir pihak yang mencoba menyelundupkan ratusan burung

Dalam gelapnya bagasi bus antarkota, puluhan burung berkicau pelan, sebagian dalam kondisi lemah, terkurung dalam tiga kotak buah sempit. Mereka adalah 96 ekor Merbah Terukcuk dan seekor Cucak Kutilan