Subscribe or follow us on:

  Hutan-hutan konservasi di Indonesia masih terancam, bukan saja alih fungsi lahan dan pembalakan liar, melainkan juga ditambah dengan ancaman dari berbagai tanaman invasif.

Anak kukang dijual di tengah hari bolong di bawah sinar matahari, tanpa makanan yang semestinya serta kondisi kandang yang seadanya. Foto: The Little Fireface Project

Konservasi Satwa Liar: Mengapa Kukang Harus Dilindungi?

Written by  Tuesday, 03 December 2013 00:00

Meskipun telah dimasukkan dalam kategori dalam Appendix 1 CITES, yang berarti tidak boleh diperdagangkan, namun masih mudah untuk dijumpai perdagangan kukang secara ilegal di pasar hewan maupun di daerah-daerah perumahan.

 

Dari lima genus Nycticebus yang ada di dunia, tiga jenis spesies kukang hidup di Indonesia, yaitu Kukang jawa (Nycticebus javanicus), Kukang sumatera (N. coucang) dan Kukang borneo (N. menagensis).  Dalam IUCN Redlist bahkan telah mengategorikan Kukang jawa dalam status endangered (terancam punah) dan vulnerable (rentan terhadap kepunahan) untuk jenis Kukang sumatera dan Kukang borneo.

 

Dalam media rilis sebelumnya, Direktur Eksekutif Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI), Agustinus Taufik Ph.D menyebutkan bahwa daya tampung di kandang rehabilitasi yang dimiliki oleh yayasannya amat terbatas.

 

Selain karena masuknya kukang-kukang sitaan, daya tampung yang terbatas disebabkan karena kukang yang telah siap dilepasliarkan, hingga saat ini masih berada di pusat rehabilitasi karena menunggu izin otoritas berwenang untuk lokasi pelepasliarannya. Agustinus mengkuatikan bahwa daya tampung yang terbatas akan berpengaruh kepada aspek kesejahteraan satwa (animal welfare).

 

kukang adalah primata yang cantik dan karismatik yang memiliki karakteristik yang unik dan tidak umum.  Mereka adalah satu-satunya primata yang memiliki bisa (venomous primate), mereka memiliki dua lidah sisir yang terbuat dari gigi seri bawahnya.  Mereka tidak bisa melompat, gerak mereka lambat dan hati-hati.  Kukang juga memiliki ekstra vertebrata di tulang belakangnya yang memungkinkan mereka mampu bergulung di cabang.  Mereka juga memiliki metabolisme yang sangat rendah, mereka juga unik karena memiliki masa hibernasi parsial atau mati suri temporer.

 

Selain keunikan karakteristiknya, kukang juga belum banyak diteliti. Barangkali karena sifatnya yang nokturnal (aktif sebagai binatang malam) hingga gaya hidupnya yang tersamar.  Akan amat disesalkan, jika membiarkan primata yang unik dalam proses evolusi ini punah sebelum kita banyak paham tentangnya.

 

Hasil penelitian terbaru menyebutkan bahwa jenis Kukang jawa (Javan lorises) berperan penting dalam penyerbukan tumbuhan berbunga, misalnya yang kami amati untuk penyerbukan bunga kaliandra di hutan.  Indikasi awal menunjukkan bahwa kukang amat berperan pula dalam penyerbukan pohon berbunga dan juga penyebaran biji-bijian.

 

Setiap spesies berbeda dan memiliki efek yang berbeda-beda di alam karena faktor-faktor tekanan hidup, ketersediaan pakannya, kompetisi dari sesama hewan yang telah ada di alam, pemangsa, iklim dan sebagainya.  Kita perlu memahami asal dari satwa tersebut, tipe habitat tempat kita akan melepaskan juga harus spesifik dan berbeda.

 

Satwa yang dilepasliarkan harus beradaptasi untuk menemukan sumber makanan baru, menjelajahi habitat baru, membangun berbagai rumah, termasuk beradaptasi dengan penghuni lama yang telah ada.

 

Ibaratnya demikian, jika kita memindahkan seorang peternak sapi savana dari Afrika ke New York, tentu saja ia akan berjuang untuk bertahan hidup.  Hal sebaliknya, yaitu menempatkan seorang asal New York dan menempatkannya di savana Afrika, mungkin dia akan mati kelaparan atau dehidrasi. Pengetahuan lokal dari habitat baru sangat penting untuk kelangsungan hidup.

 

Sumber : Mongabay.co.id

Read 207 times
More in this category: « Migrasi Burung di Indonesia

Category Menu

Most popular

SBY: Hukum Para Pembakar Hutan

  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta aparat hukum menangkap para pe

Read more
Status Waspada, Gunung Ijen Tetap Ramai Dikunjungi Wisatawan

Minat wisatawan untuk berkunjung ke Kawah Ijen tampaknya tetap tinggi. Meski m

Read more
Populasi Bertambah, Kamera Pengintai Rekam 58 Badak Jawa pada 2013

  Hasil monitoring badak Jawa tahun 2013 di Taman Nasional Ujung Kulon (TN

Read more
Tujuh Jenis Ditemukan, Jenis Burung di Indonesia Bertambah

  Burung Indonesia mencatat jumlah jenis burung di tanahair bertambah dari

Read more
Perubahan Jenis Dan Tarif Atas Jenis PNBP Pada Kementerian Kehutanan

  Perubahan jenis dan tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak (PNBP

Read more