Subscribe or follow us on:

  PELEPASLIARAN ELANG JAWA (Spizaetus bartelsi) HASIL SITAAN BALAI BESAR KSDA JAWA TIMUR KE HABITAT ALAMINYA DI CAGAR ALAM/TAMAN WISATA ALAM KAWAH IJEN BANYUWANGI-JAWA T

Temu Penangkar Satwa Liar

Written by  Agus Irwanto Kamis, 06 Desember 2012 10:27

Surabaya, bbksdajatim.org – Pada akhir tahun 2012, Balai Besar KSDA Jatim mengadakan Temu Penangkar Satwa Liar yang dilaksanakan pada Kamis 6 Desember 2012. Kegiatan yang di buka oleh Kepala Bidang Teknis KSDA, Ir. Dadang Waardhana, MSc., diikuti oleh para penangkar satwa liar khususnya satwa Jalak Bali  (Leucopsar rothschildi), akadamisi, dan staf dan pejabat eselon lingkup Balai Besar KSDA Jatim.

 

Prof. Drh. Koesnoto SP., guru besar pada Fakultas Kedokteran Hewan Univ. Airlangga, menyampaikan paparannya yang berjudul “Pengelolaan Kesejahteraan dan Peningkatan Produksi Penangkaran Burung Dengan Tetap Mempertahankan Kemurnian Genetik”. Dengan moderator Drs. Antong Hartadi, paparan ini menjelaskan mengenai siklus hidup dari Jalak Bali beserta musuh alami dan penyakit yang biasa menyerang Jalak Bali (Leucopsar rothschildi).

 

Pada pemaparan kedua, Fajar DNA dengan judul “Pemenuhan Kewajiban Penangkaran Tumbuhan dan Satwa Liar di Jawa Timur”. Fajar merupakan Pengendali Ekosistem Hutan pada Balai Besar KSDA Jatim. Dalam paparannya, Fajar menjelaskan mengenai ruang lingkup penangkaran, Hak dan kewajiban penangkar, serta sangsi-sangsi yang mengikutinya berdasarkan peraturan dan perundangan yang berlaku.

 

Selanjutnya Ir. Dadang Waardhana, MSc. Menyampaikan “Permasalahan Penangkaran Jalak Bali dan Upaya Penyelesaiannya” pada sesi ketiga. Dalam paparannya, disampaikan permasalahan dan tindak lanjut dari kegiatan penangkaran. Permasalahan yang terjadi, misalnya administrasi pelayanan dan kewajiban pelaporan dari penangkar. Dari permasalahan tersebut dilakukan tindak lanjut seperti pemberlakuan ISO dalam pelayanan pengajuan izin, sehingga diharapkan administrasi pelayanan izin menjadi semakin baik.

 

Selanjutnya pada sesi keempat dilakukan sesi diskusi dari ketiga paparan yang telah diberikan. Dari diskusi yang berkembang umumnya permasalahan yang dihadapi adalah saat Jalak Bali yang susah bertelur dan telur yang tidak menetas. Prof. Drh. Koesnoto SP. memberikan beberapa masukkan mengenai hal tersebut, juga dari pengalaman penangkar lain yang pernah mengalami hal yang sama dan dapat memecahkan permasalahan tersebut, sehingga terjadi pertukaran informasi dari para penangkar. Hal tersebut memang yang diharapkan dari adanya kegiatan ini dilakukan oleh Balai Besar KSDA Jatim.

 

Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan, yang membawahi masalah penangkaran, telah menyusun daftar-daftar para penangkar yang rajin melaksanakan kewajiban dan yang belum memenuhi kewajibannya. Daftar tersebut akan diberikan kepada petugas resort untuk menindaklanjutinya, utamanya pada para penangkar yang masih belum melakukan kewajibannya selaku penangkar satwa liar yang dilindungi undang-undang. (air)

Read 104 times

Category Menu

Most popular

BKSDA Yogyakarta serahkan elang ke WRC Jogja

Kulon Progo (ANTARA Jogja) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Yogyakarta menyer

Read more
Spesis baru kukang ditemukan di Kalimantan

Jakarta (ANTARA News) - Beberapa peneliti menemukan spesies terbaru primata sepe

Read more
Pasangan Harimau Sumatera Kawin di Washington

WASHINGTON, KOMPAS.com - Pasangan harimau Sumatera (panthera trigris sumatrae) k

Read more
Tiga Bayi Harimau Lahir di Taman Rimbo

JAMBI, KOMPAS.com - Uni, harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang menghu

Read more
Rafflesia "kembar siam" di rimba Bengkulu

Bengkulu (ANTARA News) - Hujan lebat disertai petir tidak menyurutkan niat sejum

Read more
056287
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
31
219
31
53989
7880
11652
56287

Your IP: 204.236.226.210
Server Time: 2013-01-27 01:25:54