Berita

Upaya Tak Surut Menjaga Hidup Di Tengah Tekanan Ekologis Saobi Yang Kering

Sumenep – Upaya pemulihan ekosistem terus dilakukan di Cagar Alam Pulau Saobi, meski dihadapkan pada kondisi alam yang ekstrem. Selama lima hari, 6–10 April 2026, Balai Besar KSDA Jawa Timur melaksanakan kegiatan pemeliharaan tanaman pada area Pemulihan Ekosistem (PE) seluas 2,04 Ha.

Kegiatan ini mencakup dua pendekatan, yakni pengkayaan jenis pada lahan seluas 1,23 Ha serta pemulihan melalui mekanisme alami di 0,81 Ha. Namun hasil evaluasi menunjukkan tingkat keberhasilan yang masih terbatas. Dari penanaman tahun 2023, hanya 110 batang tanaman yang tercatat hidup.

Tim lapangan melakukan pemeliharaan terhadap tanaman yang tersisa melalui penyiangan gulma, pendangiran, dan pemupukan. Selain itu, dilakukan penyulaman dengan menanam kembali 394 batang di tujuh lokasi berbeda. Bibit yang digunakan berasal dari stek batang dan cabutan, dengan jenis tanaman lokal seperti Kayu Palembang, Unjuk-unjuk, Toroi-toroian, Kayu Tampak, Lomaer, Taklok, dan Careme.

Sejumlah faktor menjadi kendala dalam upaya ini. Kondisi musim kemarau yang kering di wilayah kepulauan menjadi tantangan utama. Selain itu, aktivitas penggembalaan liar dan gangguan manusia turut memengaruhi keberhasilan tanaman.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh petugas lapangan Didik dan Fadli, dengan dukungan Masyarakat Mitra Polisi Kehutanan (MMP) Madura Kepulauan. Keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan upaya pemulihan di kawasan konservasi.

Pemulihan ekosistem di Pulau Saobi menunjukkan bahwa intervensi teknis saja belum cukup. Diperlukan penguatan pengawasan, adaptasi terhadap kondisi lingkungan, serta peningkatan kesadaran masyarakat agar keberhasilan penanaman dapat lebih optimal.

Di tengah keterbatasan tersebut, upaya ini tetap menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi kawasan konservasi dan keberlangsungan keanekaragaman hayati di wilayah kepulauan.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji – PEH Ahli Muda 
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah II Gresik