Sebelum Asap Membumbung, BBKSDA Jawa Timur Perkuat Benteng Pencegahan Kebakaran Hutan di Bawean

Agus Irwanto
Sebelum Asap Membumbung, BBKSDA Jawa Timur Perkuat Benteng Pencegahan Kebakaran Hutan di Bawean
Balai Besar KSDA Jawa Timur memilih memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui edukasi, pemasangan media peringatan, serta kolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah desa di Suaka Margasatwa Pulau Bawean

Bawean - Memasuki musim kemarau, Balai Besar KSDA (BBKSDA) Jawa Timur melalui Tim Resort Konservasi Wilayah (RKW) 09 Gresik–Bawean memperkuat langkah antisipatif untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Suaka Margasatwa Pulau Bawean. Selama empat hari, mulai 14 hingga 17 Juli 2026, berbagai upaya preventif dilakukan melalui edukasi kepada masyarakat. Mulai pemasangan media peringatan, pemantauan lapangan, serta penguatan koordinasi dengan pemerintah desa penyangga kawasan konservasi.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi pencegahan karhutla kepada peserta didik MTs NU Menara di Desa Gunungteguh. Melalui kegiatan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA), para siswa diajak memahami pentingnya menjaga kawasan konservasi dari ancaman kebakaran sekaligus didorong menjadi agen penyebar informasi di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Upaya pencegahan kemudian dilanjutkan dengan pemasangan spanduk kewaspadaan dini di sejumlah lokasi yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran, yakni Blok Kumalasa, Blok Payung-payung, dan Blok Alas Timur. Ketiga lokasi tersebut dipilih karena berada pada jalur yang memiliki intensitas aktivitas masyarakat cukup tinggi dan berbatasan langsung dengan kawasan konservasi.

Saat melakukan pemasangan media edukasi di Blok Alas Timur, tim menemukan bekas kebakaran pada tepi jalan dengan luas sekitar 10 meter persegi. Temuan ini menjadi indikasi bahwa potensi kebakaran di sekitar kawasan konservasi masih perlu diantisipasi secara serius, terutama selama musim kemarau.

Menindaklanjuti temuan tersebut, tim segera berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Daun untuk memperkuat penyampaian imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah di sekitar kawasan konservasi. Pemerintah Desa Daun menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya pencegahan melalui penyebarluasan informasi kepada masyarakat.

Pencegahan merupakan langkah paling efektif dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga kawasan konservasi tetap aman dari ancaman kebakaran.

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif melalui edukasi, pemasangan media informasi, serta sinergi dengan pemerintah desa dan Masyarakat Mitra Polhut menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kewaspadaan masyarakat. Selain itu, pemantauan lapangan juga memberikan informasi awal mengenai titik-titik yang memerlukan perhatian lebih selama musim kemarau.

Ke depan, BBKSDA Jawa Timur akan terus memperkuat patroli pencegahan karhutla, memperluas pemasangan media edukasi di lokasi rawan, serta meningkatkan koordinasi dengan pemerintah desa, Masyarakat Mitra Polhut, Manggala Agni, dan para pemangku kepentingan lainnya sebagai bagian dari sistem deteksi dini kebakaran.

Menjaga kawasan konservasi tidak dimulai ketika api muncul, tetapi jauh sebelumnya. Melalui edukasi, kolaborasi, dan kesiapsiagaan, upaya pencegahan menjadi langkah utama untuk memastikan Suaka Margasatwa Pulau Bawean tetap lestari sebagai habitat berbagai jenis tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda 
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah II Gresik
29 views
0 komentar
0 shares
Rating:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Artikel Terkait