Berita

Sawah Dibajak, Puluhan Kuntul Turun Berpesta, Harmoni antara Petani dan Burung Air

Gresik – Hamparan sawah yang baru saja dibajak di Dusun Gadel, Desa Pacuh, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Rabu (4/3/2026), mendadak dipenuhi aktivitas burung air. Lebih dari tiga puluh ekor Kuntul Kecil (Egretta garzetta) terlihat turun ke genangan sawah, memanfaatkan tanah yang baru dibalik untuk mencari makan.

Burung-burung putih itu bergerak perlahan di antara pematang dan lumpur yang masih basah. Paruh mereka sesekali menusuk permukaan tanah, menangkap serangga, cacing, hingga organisme kecil yang muncul setelah sawah dibajak.

Di antara kelompok kuntul tersebut, beberapa individu burung lain juga tampak memanfaatkan sumber pakan yang sama. Blekok Sawah (Ardeola speciosa), burung air berwarna cokelat dengan garis tubuh yang menyatu dengan warna tanah, terlihat berdiri diam sebelum tiba-tiba menyambar mangsa di genangan air dangkal.

Pemandangan itu berlangsung tidak jauh dari Waduk Pacuh, sumber air yang secara ekologis menjadi habitat penting bagi berbagai jenis burung air di kawasan tersebut. Kombinasi antara perairan waduk, sawah tergenang, dan lahan terbuka menciptakan mosaik habitat yang mendukung aktivitas mencari makan bagi banyak spesies burung.

Di sisi lain petak sawah, seorang petani tampak duduk di tepi lahan sambil memilah bibit padi yang akan segera ditanam. Aktivitas manusia dan satwa liar berlangsung dalam satu ruang yang sama, tanpa saling mengganggu.

Fenomena ini menunjukkan bahwa lanskap pertanian tradisional masih memainkan peran penting dalam mendukung keanekaragaman hayati. Ketika tanah dibalik oleh bajak, berbagai organisme tanah muncul ke permukaan dan menjadi sumber pakan bagi burung air.

Dalam konteks ekologi, keberadaan burung-burung tersebut juga membantu menjaga keseimbangan ekosistem sawah dengan memangsa berbagai organisme yang berpotensi menjadi hama pertanian.

Pemandangan sederhana di Dusun Gadel ini menjadi pengingat bahwa sawah bukan hanya ruang produksi pangan, tetapi juga bagian dari sistem ekologi yang lebih luas. Di tempat seperti inilah hubungan lama antara manusia dan alam masih berlangsung, sebuah harmoni yang terbentuk dari aktivitas sehari-hari di lanskap pedesaan.

Di bawah langit Balongpanggang yang cerah, kuntul kecil dan blekok sawah terus bergerak di antara lumpur sawah yang baru dibajak, seolah merayakan musim makan yang singkat, hasil dari kerja tangan seorang petani.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji – PEH Ahli Muda BBKSDA Jatim
Editor : Agus Irwanto