Penyelamatan Serak Jawa dari Jerat Benang Layangan di Sidoarjo

Sidoarjo - Di balik langit yang tampak tenang, ancaman tak kasatmata mengintai satwa liar. Pada dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB, seekor burung hantu jenis Serak Jawa ditemukan dalam kondisi terjerat benang layang-layang di kawasan permukiman Sidokare Asri, Desa Sepande, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo.
Satwa nokturnal yang dikenal sebagai predator alami pengendali hama ini ditemukan oleh seorang warga, Wahyu Pujiastuti, dalam kondisi sayap kiri terluka akibat lilitan benang. Menyadari keterbatasan dalam penanganan, warga tersebut kemudian berinisiatif menyerahkan satwa kepada Balai Besar KSDA Jawa Timur agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pada Senin, 22 Juni 2026, Tim MATAWALI Seksi KSDA Wilayah III Surabaya segera bergerak menuju lokasi. Tim yang terdiri dari unsur Polisi Kehutanan dan Pengendali Ekosistem Hutan ini membawa perlengkapan evakuasi sesuai standar penanganan satwa liar.
Setibanya di lokasi, tim melakukan koordinasi dengan pelapor sekaligus melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi satwa. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa satwa tersebut merupakan satu individu Serak Jawa (Tyto alba) dalam kondisi hidup, dengan luka pada bagian sayap kiri akibat jeratan benang.
Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati menggunakan kandang angkut khusus guna meminimalkan stres serta mencegah cedera lanjutan. Penanganan awal ini menjadi langkah penting dalam memastikan keselamatan satwa sebelum mendapatkan perawatan lanjutan.
Selanjutnya, satwa dievakuasi menuju Kandang Transit Unit Penyelamatan Satwa BBKSDA Jawa Timur di Sidoarjo. Di lokasi ini, Serak Jawa akan menjalani serangkaian pemeriksaan medis, perawatan, dan rehabilitasi hingga dinyatakan siap untuk dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.
Kejadian ini kembali menegaskan bahwa ancaman terhadap satwa liar tidak selalu berasal dari aktivitas perburuan atau kerusakan habitat. Benda sederhana seperti benang layang-layang dapat berubah menjadi perangkap berbahaya, khususnya bagi burung yang aktif terbang di ruang terbuka.
Peran aktif masyarakat dalam melaporkan dan menyerahkan satwa liar menjadi kunci penting dalam upaya penyelamatan dan pelestarian keanekaragaman hayati. Sinergi antara masyarakat dan pemerintah menjadi fondasi dalam menjaga keseimbangan ekosistem, sekaligus memastikan bahwa satwa liar tetap dapat menjalankan perannya di alam.
Di langit yang sama yang kita pandang setiap hari, terdapat kehidupan lain yang bergantung pada ruang bebas dari ancaman. Menjaga langit tetap aman berarti menjaga keberlangsungan kehidupan liar yang tak selalu kita lihat, tetapi selalu hadir dalam keseimbangan alam.
Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah II Gresik
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!



