Konflik Babi Kutil Bawean, BBKSDA Jatim Jaga Areal Kandang Jebak Tetap Kondusif

Bawean - Setelah tim penanganan konflik Babi Kutil Bawean (Sus blouchi) berhasil menjebak satu koloni yang sering turun ke ladang, tim segera membentuk 2 tim untuk pelaksanaan lanjutan, 8 Juni 2026 dini hari. 1 Tim dengan personel 3 orang melakukan penjagaan ketat di sekitar lokasi kandang jebak guna mencegah warga yang bertangan untuk melihat hasil tangkapan.
Menurut Ferdinan Sabastian, Penyuluh Kehutanan, hal tersebut dilakukan agar keberadaan babi tidak terganggu dan terhindar dari stres akibat kehadiran penduduk yang ingin melihat.
“Tim 1 ini juga memberikan sosialisasi dan pengarahan kepada masyarakat yang menghampiri kandang transit, mengenai kondisi satwa hingga menghimbau agar tidak melakukan hal-hal yang dapat menarik babi untuk keluar kawasan kembali,” ujarnya.
Sedangkan, tim 2 bertugas memberi pakan/ minum kepada satwa tangkapan yang berada di dalam kandang. Tim ini juga bertanggung jawab untuk membuat sarang buatan yang sesuai dengan kondisi alami sebagai tempat berlindung satwa.
“Tim ini juga bertugas melakukan penyemprotan air ke dalam dan sekitar kandang, hal ini dilakukan agar suhu dan kelembapan di dalam areal kandang tetap terjaga,” jelas pria berkacamata ini.
Di Balai Desa Kumalasa, Tim Balai Besar KSDA Jawa Timur juga menyerahkan bantuan kepada pengurus GAPOKTAN Desa Kumalasa berupa bahan baku jaring, 8 Juni 2026. Pada kesempatan tersebut Kepala Desa Kumalasa, Idham Cholik, mengucapkan banyak terimakasih atas perhatian BBKSDA Jatim terhadap masyarakat petani Desa Kumalasa.
“Kami tetap ber komitmen untuk tetap dapat berkolaborasi dengan BBKSDA Jawa Timur, dan akan selalu mengingatkan kepada warga kami untuk tidak melakukan aktifitas bakar-bakar sampah sembarangan, utamanya yang berdekatan dengan kawasan suaka margasatwa,” pungkas Cholik.
Selanjutnya tim penanganan konflik segera menyelesaikan pembuatan kandang angkut satwa, dengan tetap berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk jalannya pemindahan satwa konflik.
Editor: Agus Irwanto
Sumber: Bidang KSDA Wilayah II Gresik
Komentar (1)
Tinggalkan Komentar
Agun
🔥🔥



