Subscribe or follow us on:

Category: kawasan
Published on 16 July 2012 Hits: 1710
Print
A. Dasar
Suaka Margasatwa Pulau Bawean di tunjuk sebagai cagar alam berdasarkan SK : Mentan No. 762/Kpts/Um/12/1979, 5 Desember 1979 dengan luas 3.831,6 Ha.
 
B. Letak dan Tata Batas Kawasan
Suaka Margasatwa Pulau Bawean terletak di Pulau Bawean Kec. Sangkapura dan Kec. Tambak Kab. Gresik. Panjang jalur batas kawasan sepanjang 116,6 km dan telah direalisasikan sepanjang 116,6 km pada tahun 1997. Jumlah pal batas sebanyak 2.206 buah pal batas. 
 
C. Potensi Kawasan
1. Tipe Ekosistem
Tipe ekosistem dari Suaka Margasatwa Pulau Bawean adalah Hutan musim.
 
2. Flora dan Fauna
Flora dapat dijumpai Jati (Tectona grandis), mahoni (Swietenia mahagoni), bulu (Irvingia malayana), kenari (Canarium asperum), kayu sape (Symplocos adenophylla), pangopa (Eugenia epidocarpa), suren (Dracontomelon mangiferum), kalpo-kalpo (Naucles sp.), dali (Radermachera gigantea), bintangur  (Calophyllum saigonensis), dan lain-lain. Sedangkan faunanya adalah Rusa bawean (Axis kuhlii), babi hutan (Sus scrofa), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), musang (Veverricula moluccensis), landak (Hystrix brachyura), kalong (Pteropus edulis), dan lain-lain.
 
3. Keunikan/kekhasan/panorama/atraksi kawasan
Kawasan ini merupakan habitat dari satwa endemik rusa bawean (Axis kuhlii). 
 
D. Aksesibilitas
Surabaya – Pelabuhan Gresik/Tanjung Perak – Pelabuhan Sangkapura, Pulau Bawean (kapal cepat (2 kali/minggu) ±150 mil selama 3 jam, – SM. Pulau Bawean (kendaraan roda empat atau dua).
 
SM Bawean 03a
 
sm bawean 02a
 
 
Category: kawasan
Published on 16 July 2012 Hits: 1004
Print
A. Dasar Penunjukan dan Luas
Kawasan hutan pegunungan ijen ditunjuk sebagai Cagar Alam berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda No.46 tanggal 9 Oktober 1920 Stbl No.736 dengan luas 2.560 ha. Pada perkembangan selanjutnya, tanggal 10 Desember 1981 melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian No.1017/Kpts-II/Um/12/1981 menetapkan sebagian dari kawasan Cagar Alam Kawah Ijen seluas 92 ha menjadi Taman Wisata Alam Kawah Ijen, sedangkan sisanya seluas 2.468 ha tetap sebagai cagar alam. 
 
B. Letak/Lokasi
Secara geografis Taman Wisata Alam Kawah Ijen terletak antara 8°2’30’’ - 8°5’30” -114°12’30’ - 114°16’30’’ BT. TWA Kawah Ijen terletak di tengah-tengah kawasan CA. Kawah Ijen Merapi Ungup-Ungup. Secara administratif pemerintahan, kawasan Taman Wisata Alam Kawah Ijen terletak dalam 2 (dua) wilayah yaitu Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso.
 
C. Potensi Kawasan
• Flora 
Keanekaragaman hayati yang ada di Taman Wisata Alam Kawah Ijen cukup melimpah. Tipe vegetasi di kawasan Cagar Alam/ Taman Wisata Alam Kawah Ijen secara umum dibagi berdasarkan ketinggian dari permukaan laut, antara lain :
1. Daerah ketinggian 1.000 – 2.500 m dpl yang disebut dengan high Montane Rain Forest (Hutan Hujan Pegunungan Tinggi)
Daerah ini merupakan daerah yang dominan di kawasan TWA Kawah Ijen, merupakan peralihan antara Hutan Hujan Pegunungan dengan Hutan Hujan Sub Alpin, oleh karena itu vegetasi yang dijumpai merupakan kombinasi antara famili vegetasi di Hutan Hujan Pegunungan dan Hutan Hujan Sub Alpin.  Jenis vegetasi dominan berupa Compositae (Eidelweiss) dan Ericaceae (Vaccinium)
 
2. Daerah ketinggian 2.500 – 4.000 m dpl yang disebut dengan Sub Alpin Rain Forest (Hutan Hujan Sub Alpin)
Hanya sebagian kecil saja yang merupakan tipe vegetasi Hutan Hujan Sub Alpin di kawasan TWA Kawah Ijen, yaitu di daerah Gunung Merapi yang mempunyai ketinggian sekitar 2.800 m dpl. Vegetasi didominasi oleh tumbuhan semak dan perdu, mengingat kondisi yang lingkungan yang kurang mendukung dan semakin besarnya pengaruh gas senyawa belerang.
Terdapat juga Hutan Pegunungan Kering dan Semak Alpin. Hutan Pegunungan Kering didominasi Cemara (Casuarina junghuniana) dengan rumput penutup di dasar yang mudah terbakar. Sedangkan Semak Alpin berada di atas garis tumbuh pohon pada gunung-gunung yang paling tinggi. Semak seperti ini biasanya didominasi suku Ericaceae, misalnya Vaccinium dan tumbuhan seperti Schima, Potentilla serta Hypericum.
Telah teridentifikasi 86 jenis flora di kawasan TWA Kawah Ijen yang terdiri dari semak, epifit, perdu, tumbuhan bawah, pohon dan rumput. Jenis pohon yang mendominasi adalah Cemara (Casuarina junghuniana) yang sebarannya merata dan merupakan ciri khas vegetasi dataran tinggi.
 
• Fauna
Beberapa jenis satwa yang dapat dijumpai di kawasan TWA Kawah Ijen antara lain ; Macan kumbang/tutul (Panthera pardus), Kucing hutan/ Macan rembah (Felis bengalensis), Ajag (Cuon alpinus), Lutung jawa (Trachypithecus auratus), Tupai terbang (Petaurista elegan), Tupai tanah (Lariscus insignis) dan Tupai pohon (Scuridae), Kijang (Muntiacus muntjak), Jelarang (Ratufa bicolor), Babi hutan (Sus verrucosus), garangan (Herpectes javanicus) dan Luwak (Paradoxurus hermaproditus).
Terdapat 107 jenis burung, 21 jenis merupakan jenis endemik. Burung endemik tersebut antara lain ; Walik kepala ungu (Ptylinopus porphyreus), Cekaka jawa (Halcyon cyanoventris), Sepah gunung (Pericrocotus miniatus), Cucak gunung (Pycnonotus bimaculatus), Kipasan bukit (Rhipidura euryura) dan ayam hutan hijau (gallus varius).
 
• Potensi Obyek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA)
Obyek daya tarik wisata alam di kawasan CA/TWA Kawah Ijen telah dinikmati pengunjung baik lokal maupun mancanegara. Obyek daya tarik wisata alam tersebut antara lain :
1. Paltuding, dengan pemandangan yang cukup indah kita dapat menikmati view gunung-gunung yang berada disekitarnya antara lain ; G. Merapi, G. Ijen, G. Widodaren, G. papak dan G. Ranti. Di sini juga tersedia fasilitas penginanapan berupa guest house dan terdapat beberapa warung yang menjual makanan dan minuman.
2. Pondok Bunder, dengan udara sejuk dan pemandangan alam yang indah. Dari sini kita dapat menikmati view  G. Raung, G.Rante Perkenunan Kalisat, Perkebunan Belawan, Perkebunan Lijen, Kawah Urung, G. Roti dan G. pakpak.
3. Panorama Pegunungan dengan Danau Kawah Ijen yang merupakan kawah terbesar dan terasam di dunia.
 
Category: kawasan
Published on 11 July 2012 Hits: 695
Print
A. Dasar Penunjukan dan Luas
Kawasan hutan Pancur ditunjuk sebagai Cagar Alam Pancur Ijen I dan II berdasarkan SK Gubernur Hindia Belanda Nomor : 83/Stbld 1919 Nomor 392 tanggal 11 Juli 1919 dengan luas 3,95 ha. 
 
B. Letak/Lokasi
Secara geografis Cagar Alam Pancur Ijen terletak antara 114°09’ BT dan 7°55’ LS, sedangkan secara administratif pemerintahan masuk ke dalam wilayah Desa Sumbercanting, Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso. Batas kawasan sebelah Utara dan Selatan adalah Kawasan Perkebunan PTPN XII sedangkan sebelah Barat dan Timur adalah hutan lindung. 
 
C. Potensi Kawasan
• Flora
Terdapat 23 jenis pohon yang ditemukan di CA Pancur Ijen I dengan kerapatan 73 pohon/ ha. Pohon-pohon yang berdiameter 50 cm keatas dengan tinggi rata-rata 30 m mendominasi sebagaian besar kawasan. Beberapa jenis yang dominan diantaranya adalah Jagir, Gintungan (Bischofia javanica), Gondang (Ficus variegata), Bendo (Artocarpus elasticus), Masang, Manting, Manggono, dan Gintungan. 
 
• Fauna
Jenis satwa dilindungi yang dapat dijumpai antara lain Elang Hitam (Ictionaetus malayanus), Elang Gunung (Spizaetus alboniger), Elang Bido (Spilornis cheela), Kijang (Muntiacus muntjak) dan Lutung  Jawa (Tracypitecus auratus).
 
Category: kawasan
Published on 11 July 2012 Hits: 833
Print
A. Dasar Penunjukan dan Luas
Awalnya kawasan Cagar Alam Janggangan Rogojampi terdiri dari 2 (dua) kawasan yaitu Cagar Alam Janggangan Rogojampi I dengan luas 5 ha Cagar Alam Janggangan Rogojampi II dengan luas 2,5 ha. Penunjukan tersebut berdasarkan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Nomor : 83 tanggal 11 Juli 1919 (Staatsblad 1919 No.392). Cagar Alam Janggangan Rogojampi I dihapuskan atau dikeluarkan sebagai kawasan cagar alam  melalui SK Menteri Pertanian Nomor : 111/Um/58 tanggal 22 Juli 1958 sehingga kawasan yang ada sampai saat ini adalah Cagar Alam Janggangan Rogojampi II. 
 
B. Letak/Lokasi
Kawasan Cagar Alam Janggangan Rogojampi II secara administrasi masuk wilayah Desa Pakel, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur serta berbatasan langsung dengan Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi. Secara geografis CA Janggangan Rogojampi terletak antara 114°12’BT dan 8°13’ LS. 
 
C. Potensi Kawasan
• Flora 
Di dalam kawasan CA Janggangan Rogojampi terdapat beberapa jenis tanaman antara lain : Mahoni, Randu, Bendo, Manting, Mindi, Waru, Jambu Air, Nangka, Sono Kembang, rumput gajah dan alang-alang yang berada di bawah tegakan.
 
• Fauna 
Satwa liar yang masih dapat dijumpai di kawasan ini antara lain Ayam hutan dan Burung kutilang.
 
ca rogojampi 01a
 
 
Category: kawasan
Published on 11 July 2012 Hits: 1010
Print
CA G Abang 001
 
A. Dasar Penunjukan dan Luas
Gunung Abang ditunjuk sebagai cagar alam berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Nomor 12 Stbl 1937 Nomor  579 tanggal 25 Oktober 1937 dengan luas 50,4 ha. Pada tahun 1978 Menteri Pertanian RI menetapkan kembali Cagar Alam Gunung Abang melalui Surat Keputusan No : 458/Kpts/Um/1978 tanggal 24 Juli 1978.
 
B. Letak/Lokasi 
Secara geografis Cagar Alam Gunung Abang terletak pada posisi 112°48’48” BT dan 7°46’54” LS dengan batas-batas kawasan sebagai berikut : 
Secara administratif pemerintahan, kawasan ini terletak di tiga desa yaitu Desa Kedung Pengaron, Kecamatan Kejayan, Desa Sapulante dan Desa Ampelsari, Kecamatan Pasrepan Kabupaten Pasuruan.
 
C. Potensi Kawasan
• Flora 
Vegetasi hutan yang ada di dalam kawasan Cagar Alam Gunung Abang merupakan ekosistem hutan hujan tropika dataran rendah yang terdiri dari hutan alam dan hutan tanaman. Vegetasi yang dapat dijumpai antara lain : sempu (Dillenia pentagyna) yang merupakan tanaman langka dan di Pulau Sempu sendiripun tidak dijumpai tanaman tersebut. Jenis tumbuhan yang dominan yaitu beringin (Ficus benyamina), luwing (Ficus hispida), Saga (Adenanthera microsperma), sogo manis (Abrus precatorius), sengon tekik (Albizia lebbeckoides) dan Kesambi (Scleicera oleosa). Vegetasi di tebing Sungai Kudu didominasi oleh bambu ori, bambu wulung, kepuh (Sterculia foetida) dan bendo (Artocarpus elasticus). Sedangkan vegetasi hutan tanaman terdiri dari jenis jati (Tectona grandis).
 
• Fauna
Beberapa jenis satwa liar yang dapat dijumpai yaitu kalong (pteropus vampyrus), lutung jawa (Tracypithecus auratus), kera abu-abu (Macaca fascicularis), kutilang (Pynonotus aurigaster), elang (Accipiter trivirgatus), srigunting (Dicrurus macrocercus) dan tekukur (Streptopelia chinensis).
 
D. Keunikan/Kekhasan
Tipe ekosistem hutan hujan tropika dataran rendah dengan jenis tanah merah (abang) dan adanya tanaman sempu (Dillenia pentagyna).
 
E. Aksesibilitas
Untuk menuju Cagar Alam Gunung Abang dapat ditempuh dari Kota Pasuruan dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun empat sampai di Dusun Lemah Abang dengan jarak +  15 km . perjalanan selanjutnya hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari Dusun Lemah Abang ke kawasan cagar alam + 2 km.
 
CA G Abang 002
 
 
You are here:   HomeKawasan KonservasiTAMAN WISATA ALAMTWA Kawah Ijenkawasan