Berita

Evakuasi Monyet Ekor Panjang Pada Sebuah TK di Jiwan

Madiun – Suara riang anak-anak memenuhi halaman sebuah taman kanak-kanak di Desa Grobogan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Di tengah aktivitas belajar yang berlangsung seperti biasa, keberadaan seekor Monyet Ekor Panjang menjadi perhatian tersendiri, bukan sebagai bagian dari proses edukasi, melainkan potensi risiko yang tersembunyi di lingkungan yang seharusnya aman bagi anak-anak.

Kamis, 21 Mei 2026, Tim Matawali Resort Konservasi Wilayah (RKW) 04 Madiun bersama Seksi KSDA Wilayah II melaksanakan kegiatan lanjutan atas hasil penelusuran sebelumnya pada 6 Mei 2026. Kegiatan ini difokuskan pada konfirmasi lapangan terkait keberadaan satwa liar tersebut sekaligus langkah penanganan yang tepat dan terukur.

Dari hasil pemantauan, diketahui bahwa monyet ekor panjang tersebut dipelihara di lingkungan sekitar sekolah. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Sebagai satwa liar dengan perilaku sosial yang kompleks dan adaptif, Macaca fascicularis memiliki potensi interaksi negatif apabila berada di luar habitat alaminya, terutama dalam ruang dengan intensitas aktivitas manusia yang tinggi, seperti lingkungan pendidikan anak usia dini.

Pendekatan yang dilakukan tim tidak semata berorientasi pada tindakan evakuasi. Edukasi menjadi bagian penting dari proses tersebut. Pemilik satwa diberikan pemahaman mengenai risiko memelihara satwa liar, baik dari aspek keselamatan manusia maupun kesejahteraan satwa itu sendiri. Dalam kondisi tertekan atau tidak sesuai habitat, monyet dapat menunjukkan perilaku defensif yang berpotensi membahayakan, terlebih jika berinteraksi dengan anak-anak.

Setelah proses komunikasi berlangsung dengan baik, tim kemudian melakukan evakuasi terhadap satwa tersebut. Proses berlangsung secara hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi satwa agar tidak mengalami stres berlebih. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perlindungan, tidak hanya bagi manusia, tetapi juga bagi satwa liar yang harus dikembalikan pada fungsi ekologisnya.

Selanjutnya, monyet ekor panjang tersebut ditempatkan sementara di kandang transit Kantor Bidang KSDA Wilayah I Madiun. Di lokasi ini, satwa akan menjalani serangkaian penanganan lanjutan, termasuk observasi kesehatan dan perilaku sebagai dasar penentuan tindak lanjut konservasi.

Peristiwa ini menjadi refleksi bahwa interaksi antara manusia dan satwa liar masih sering terjadi di ruang-ruang yang tidak semestinya. Niat memelihara atau kedekatan emosional kerap mengaburkan batas antara satwa liar dan satwa peliharaan, padahal keduanya memiliki kebutuhan ekologis yang sangat berbeda.

Melalui kegiatan ini, Balai Besar KSDA Jawa Timur kembali menegaskan pentingnya peran bersama dalam menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Bahwa konservasi tidak hanya berlangsung di dalam kawasan hutan, tetapi juga di tengah kehidupan sehari-hari, di halaman rumah, di lingkungan masyarakat, bahkan di sebuah taman kanak-kanak.

Di Jiwan, langkah kecil itu telah diambil. Sebuah evakuasi yang bukan sekadar pemindahan, melainkan bagian dari upaya menjaga harmoni antara manusia dan satwa liar.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji – PEH Ahli Muda
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah I Madiun