
Jejak yang Masih Tersisa di Gunung Sigogor
Ponorogo - Sisa jaring itu menggantung di antara pepohonan. Kusam, sebagian telah menyatu dengan ranting dan lumut. Barangkali sudah lama ditinggalkan. Namun, bagi tim Smart Patrol Balai Besar KSDA Ja
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Menampilkan hasil untuk: dengan tag #sigogor(24 artikel ditemukan)

Ponorogo - Sisa jaring itu menggantung di antara pepohonan. Kusam, sebagian telah menyatu dengan ranting dan lumut. Barangkali sudah lama ditinggalkan. Namun, bagi tim Smart Patrol Balai Besar KSDA Ja

Ponorogo - Sejenak tim patroli berhenti melangkah, pekikan Elang hitam jelas terdengar jauh diatas kepala mereka. Beberapa dari tim berusaha mencari ruang kosong agar bisa mengabadikan momen ini, seba

Ponorogo - Matahari belum benar-benar tinggi saat tim Smart Patrol RKW 05 Ponorogo, Seksi KSDA Wilayah II Bojonegoro, memulai langkah di Cagar Alam Gunung Sigogor, 1 April 2026. Bersama mereka, sejuml

Di jantung Cagar Alam Gunung Sigogor, air tidak sekadar mengalir. Ia berdenyut, menghidupi, dan menjaga keseimbangan yang rapuh antara hutan, satwa, dan manusia. Pada tanggal 3–4 Desember 2025, tim Ba

Di balik keteduhan pepohonan yang menyelimuti Cagar Alam Gunung Sigogor dan Cagar Alam Gunung Picis, tersimpan nadi kehidupan yang mengaliri desa-desa di lereng Ponorogo. Dua kawasan konservasi ini bu

Hujan turun perlahan di lereng Gunung Wilis. Tetes-tetes air menimpa daun pasang yang lebar, jatuh berderai di tanah basah, menimbulkan aroma khas humus hutan yang begitu kuat. Kabut pekat menari di

Balai Besar KSDA Jawa Timur melalui Resort Konservasi Wilayah (RKW) 06, Seksi KSDA Wilayah II Bojonegoro, kembali melaksanakan kegiatan Patroli Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (K

Di jantung hutan yang oleh warga sekitar disebut Alas Ireng, hamparan hijau yang menyelimuti Cagar Alam Gunung Sigogor kembali menyingkap rahasia lamanya. Selama empat hari, 16–19 September 2025, tim

Tak banyak orang bisa menirukan suara Elang Jawa dan mendapat balasan langsung dari penjaga langit tersebut. Tapi Giyanto atau akrab disapa Gik dapat melakukannya. Dan bukan hanya sekali. Siulan khas