
BBKSDA Jatim Akan Lepasliarkan Owa Jawa
Balai Besar KSDA Jawa Timur berencana melepasliarkan seekor Owa Jawa (Hylobates moloch) berkelamin betina. Owa Jawa tersebut berasal dari Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Keh
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Menampilkan hasil untuk: dengan tag #satwa-liar(694 artikel ditemukan)

Balai Besar KSDA Jawa Timur berencana melepasliarkan seekor Owa Jawa (Hylobates moloch) berkelamin betina. Owa Jawa tersebut berasal dari Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Keh

Balai Besar KSDA Jawa Timur menyelenggarakan Seminar Konservasi Elang Jawa dan Habitatnya di Jawa Timur yang diselenggarakan di Gedung Indrakila IAIN Ponorogo. Kegiatan yang dihelat pada 3 Februari 2

Satuan Polisi Kehutanan Bidang KSDA Wilayah III Jember mengevakuasi beberapa satwa liar dari Taman Galaxi Jember pada 29 Januari 2018. Satwa liar dimaksud berupa 2 ekor Julang, 1 ekor Kakatua Putih J

Proses penyadartahuan masyarakat terus dilakukan Balai Besar KSDA Jawa Timur dengan kegiatan sosialisasi, dengan harapan masyarakat semakin mengerti akan pentingnya melakukan konservasi sumber daya a

Balai Besar KSDA Jawa Timur secara rutin melakukan monitoring kakatua kecil jambul kuning (Cacatua sulphurea abbotti) untuk mengetahui dinamika perubahan populasinya mulai tahun 2011 hingga saat ini.

[caption id="attachment_4033" align="aligncenter" width="960"] foto : Sam Kawah Ijen[/caption] Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur, Dr. Ir. Ayu Dewi Utari, M.Si., melakukan press

Video makhluk aneh yang diposting seorang warga Kebumen, Jawa Tengah, di Facebook, viral di dunia maya. Makhluk tersebut menjadi perbincangan hangat di media sosial, bahkan dibahas di berbagai media

Sisi lain dari perburuan dan perdagangan satwa terancam punah adalah sengkarutnya proses konservasi. Lugasnya upaya penyitaan dan penindakan terhadap kasus kejahatan satwa langka dilindungi, acapkali

Pelepasliaran Elang Jawa (Nisaetus bertelsi) bertujuan untuk meningkatkan konservasi secara jangka panjang pada spesies ini, agar kelak dapat berkiprah di habitat alamnya, selain itu sebagai konsekue