
Tulungagung Bird Walk Jilid 2
Sekitar bulan November sampai dengan Maret, burung migran akan berada di kawasan non-breeding untuk mencari makan, termasuk di Indonesia. Saat itu, tidak kurang dari 200 jenis burung migran akan singg
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Menampilkan hasil untuk: dengan tag #ksdae(453 artikel ditemukan)

Sekitar bulan November sampai dengan Maret, burung migran akan berada di kawasan non-breeding untuk mencari makan, termasuk di Indonesia. Saat itu, tidak kurang dari 200 jenis burung migran akan singg

Sidoarjo, 31 Desember 2025. Di berbagai penjuru Jawa Timur, alam memberi tanda-tanda yang tak selalu kita pahami. Di pesisir, tukik-tukik kecil bergegas menuju gelombang pertama dalam hidupnya. Di tep

Sebuah laporan seorang warga pada Senin, 22 Desember 2025, membawa tim Matawali Balai Besar KSDA Jawa Timur ke sebuah perjumpaan tak terduga. Seekor ular sanca kembang sepanjang sekitar satu meter dit

Peringatan Hari Ibu Tahun 2025 yang jatuh pada 22 Desember menjadi momentum reflektif tentang peran strategis perempuan dalam menjaga denyut kehidupan bangsa. Mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Ber

Gajah bukan sekadar satwa karismatik yang memikat perhatian publik. Di balik tubuh besarnya, gajah memikul peran ekologis penting sebagai penjaga keseimbangan hutan, membuka jalur alami, menyebarkan b

Denyut Pasar Burung Pahlawan Sumenep berjalan seperti biasa. Kicau burung bersahutan, pedagang membuka lapak, pembeli datang silih berganti. Namun di balik hiruk-pikuk perdagangan, hadir upaya terukur

Siang itu cuaca cukup cerah ketika rombongan Komisi IV DPR RI memasuki kantor Balai Besar KSDA Jawa Timur (11/12/2025). Namun perhatian mereka seketika tertuju pada isu yang jauh lebih hangat, isu ten

Di Desa Tumpang, Kabupaten Malang, menyimpan sebuah kisah yang jarang dilihat publik, kisah tentang keberanian, empati, dan kerja hening para petugas konservasi. Kamis, 11 Desember 2025, dua ekor Elan

Di sebuah pulau yang dijaga sang endemik rusa bawean, tak pernah benar-benar sunyi, tiga mahasiswa Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan Universitas Gadjah Mada menutup perjalanan magang mereka dengan mem