Type to search

Berita

Tulungagung Bird Walk Jilid 2

Share

Sekitar bulan November sampai dengan Maret, burung migran akan berada di kawasan non-breeding untuk mencari makan, termasuk di Indonesia. Saat itu, tidak kurang dari 200 jenis burung migran akan singgah di seluruh kawasan yang ada di Indonesia.

Mereka terbang dari belahan bumi tara menuju ke Selatan dengan kecepatan sekitar 30-60 km/jam di ketinggian antara 3.000 – 8.000 mdpl. Jarak yang mereka tempuh bisa mencapai 4.000 km. Di Kabupaten Tulungagung, beberapa jenis burung migran singgah di area persawahan.

Dalam kurun waktu dua tahun, petugas Resort Konservasi Wilayah (RKW) 02 Blitar telah melakukan pengamatan di area tersebut. Jumlah jenis burung migran yang dijumpai sebanyak tujuh jenis.

Agar keberadaan jenis-jenis burung migran tersebut tetap tercatat, petugas RKW 02 menggandeng kelompok pecinta alam di Tulungagung. Seperti, Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Himalaya dari Universitas Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UINSATU) Tulungagung dengan tajuk kegiatan “Tulungagung Bird Walk” atau TBW. Sebelum pengamatan, peserta TBW diberikan materi pendahuluan tentang burung migran dan metode identifikasi jenis dengan cara menggambar sketsa sederhana.

Ini kali kedua pengamatan burung bersama ini dilaksanakan. Yang pertama dilaksankan pada akhir tahun 2025, dan kali ini digelar 13 Januari 2026. Kegiatan TBW pertama terpantau sebanyak lima jenis burung migran, yaitu Trinil pantai Actitis hypoleucos, Trinil Semak Tringa glareola, Kicuit kerbau Motacilla tschutschensis, Cerek kernyut Pluvialis fulva, dan Cerek kalung-kecil Charadrius dubius.

Pada TBW kedua, dilaksanakan pada lokasi yang tak jauh dari lokasi TBW pertama, namun jumlah jenis burung migran yang tercatat kali ini hanya tiga jenis, yaitu Trinil pantai, Trinil semak, dan Kicuit kerbau.

Kegiatan Tulungagung Bird Walk kali kedua ini diliput oleh beberapa media, yakni Antara dan Detik.com. Selain melakukan peliputan, para jurnalis juga turut melakukan pengamatan menggunakan binokuler dan kamera petugas RKW 02.

“Saya juga baru tahu ternyata ada burung yang migrasi juga”, kesan salah satu reporter.

Setelah satu jam pengamatan, para peserta dikumpulkan untuk menuliskan nama jenis di sketsa yang telah dibuat. Seluruh peserta telah membuat sketsa jenis burung yang diamati dengan baik. Mereka memberikan keterangan dalam sketsa tersebut untuk membantu melakukan verifikasi jenis di buku panduan yang telah disediakan.

Para peserta belum bisa menebak nama jenis burung migran yang telah mereka gambar, namun beberapa peserta sudah bisa memberikan deskripsi ciri-ciri jenis dengan baik.

“Ini kegiatan yang sangat bagus dan baru untuk saya”, kata salah satu peserta.

Penulis : Akhmad David Kurnia Putra, Polisi Kehutanan pada Seksi KSDA Wilayah 1 Kediri
Editor : Agus Irwanto

Tags:

You Might also Like