BBKSDA Jatim Bekali Panitia SIEDUFAUNA PLH SIKLUS ITS Sebelum Turun ke Lapangan

Agus Irwanto
BBKSDA Jatim Bekali Panitia SIEDUFAUNA PLH SIKLUS ITS Sebelum Turun ke Lapangan

Surabaya - Sebelum kaki benar-benar menapak di ruang hidup satwa liar, ada satu hal yang tidak boleh diabaikan yaitu pemahaman. Sebab dalam konteks konservasi, satu kesalahan kecil di lapangan bukan sekadar kekeliruan teknis, melainkan potensi gangguan bagi keseimbangan ekosistem.

Kesadaran inilah yang melatarbelakangi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur dalam membekali panitia kegiatan SIEDUFAUNA: Siklus Edukasi dan Konservasi Fauna yang diselenggarakan oleh PLH SIKLUS ITS. Kegiatan pencerdasan panitia dilaksanakan pada Sabtu (20/6) di Sekretariat PLH SIKLUS ITS, Surabaya, sebagai langkah strategis memastikan kesiapan sebelum kegiatan lapangan berlangsung.

Seluruh panitia mengikuti pembekalan yang dirancang tidak hanya sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai proses membangun cara pandang ekologis. Di lapangan, panitia bukan sekadar penyelenggara kegiatan, mereka adalah lapisan pertama pengendali interaksi antara manusia dan alam.

Rakhmat Hidayat, Polisi Kehutanan Ahli Madya, dalam pemaparannya menekankan bahwa konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya (KSDAE) merupakan upaya pengelolaan sumber daya alam secara bijaksana untuk menjamin keberlanjutan. Ia menjelaskan bahwa tugas pengelolaan konservasi mencakup penyelenggaraan kawasan konservasi, inventarisasi potensi, pengelolaan jenis tumbuhan dan satwa liar beserta habitatnya, hingga pengawasan peredarannya.

Lebih jauh, ia menegaskan tiga prinsip utama konservasi, perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman hayati, serta pemanfaatan secara lestari. Prinsip-prinsip ini menjadi fondasi berpikir yang harus melekat dalam setiap langkah di lapangan.


Namun, memahami konsep saja belum cukup. Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda, mengajak peserta masuk pada dimensi yang lebih mendasar: mengenali. Dalam materinya yang bertajuk “Mengenali untuk Melindungi: Identifikasi Fauna sebagai Kunci Konservasi”, ia menegaskan bahwa konservasi selalu dimulai dari kemampuan membaca alam.

“Kita tidak bisa melindungi apa yang tidak kita kenal,” menjadi pesan utama yang disampaikan kepada peserta. Identifikasi fauna, lanjutnya, tidak selalu bergantung pada perjumpaan langsung. Alam selalu meninggalkan jejak, baik melalui tanda fisik, perilaku, maupun karakter habitat, yang dapat dibaca oleh mereka yang peka.

Pendekatan ini menjadi sangat penting dalam mitigasi risiko di lapangan. Dengan kemampuan mengenali tanda-tanda keberadaan satwa, panitia dapat menghindari interaksi langsung yang berpotensi menimbulkan konflik, sekaligus meminimalkan gangguan terhadap satwa liar.


Di sinilah peran panitia mengalami pergeseran makna. Mereka tidak lagi sekadar menjalankan teknis kegiatan, tetapi menjadi pengendali ruang interaksi, menentukan batas, membaca situasi, dan mengambil keputusan yang tepat dalam kondisi yang tidak selalu dapat diprediksi.

Kegiatan pencerdasan ini juga menegaskan bahwa aktivitas lapangan memiliki kompleksitas tinggi. Tidak semua risiko tampak di permukaan, dan tidak semua ancaman datang dengan tanda yang jelas. Oleh karena itu, kesiapan panitia menjadi faktor kunci dalam memastikan kegiatan berjalan aman, terkendali, dan tetap selaras dengan prinsip konservasi.

Di tengah meningkatnya tekanan terhadap keanekaragaman hayati, langkah-langkah preventif seperti ini menjadi semakin relevan. Karena pada akhirnya, konservasi tidak hanya berbicara tentang kawasan yang dilindungi, tetapi tentang manusia yang memahami bagaimana seharusnya bersikap di dalamnya.

Dan sebelum hutan benar-benar dijelajahi, pemahaman telah lebih dulu ditanamkan, agar setiap langkah yang diambil tidak menjadi ancaman, melainkan bagian dari upaya menjaga kehidupan.


Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda

Editor : Agus Irwanto

Sumber : Bidang KSDA Wilayah II Gresik

54 views
0 komentar
0 shares
Rating:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Artikel Terkait