67 Pelajar Puger Diuji Menjaga Masa Depan Alam Jawa Timur

Agus Irwanto
67 Pelajar Puger Diuji Menjaga Masa Depan Alam Jawa Timur

Jember - Di sebuah aula sederhana di pesisir selatan Jember, Kamis pagi, 18 Juni 2026, masa depan konservasi Jawa Timur dipertaruhkan. Bukan di hutan lebat atau kawasan lindung, melainkan di hadapan 67 pasang mata pelajar kelas X SMK Perikanan dan Kelautan Puger.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur melalui program Visit to School (Rimbawan Mengajar) yang menjadi bagian dari rangkaian Road to Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026, hadir membawa satu misi utama yaitu untuk menanamkan kesadaran sejak dini bahwa menjaga alam bukan pilihan, melainkan keharusan.

Tim yang terdiri dari delapan personel lintas fungsi, termasuk unsur Dharma Wanita Persatuan, turun langsung menyampaikan materi secara interaktif. Dua topik utama menjadi inti pembelajaran. 

Pertama, pengenalan kawasan konservasi yang dikelola BBKSDA Jawa Timur, ruang hidup terakhir bagi banyak spesies kunci. Kedua, pengenalan tumbuhan dan satwa liar, yang tidak hanya dilihat sebagai objek biologis, tetapi sebagai bagian dari sistem kehidupan yang saling terhubung.


Namun, sesi yang paling menentukan bukanlah saat pemaparan materi, melainkan ketika para siswa diuji dengan pertanyaan-pertanyaan mendasar, mengapa tumbuhan dan satwa liar perlu dilindungi, apa perbedaan kawasan konservasi, hingga ancaman nyata yang dihadapi ekosistem. Dari jawaban-jawaban sederhana itu, tergambar pemahaman yang mulai tumbuh, bahwa konservasi bukan sekadar teori, melainkan tanggung jawab kolektif.

Antusiasme peserta terlihat jelas. Tangan-tangan terangkat, jawaban dilontarkan dengan percaya diri, dan setiap respon yang tepat diapresiasi melalui doorprize. Lebih dari sekadar hadiah, ini adalah simbol bahwa pengetahuan tentang alam memiliki nilai.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan plakat serta bibit pohon Pulai (Alstonia scholaris) kepada pihak sekolah, sebuah simbol kehidupan yang akan terus tumbuh. Penanaman pohon secara simbolis oleh Dharma Wanita Persatuan BBKSDA Jawa Timur menjadi penegas bahwa edukasi tidak berhenti di ruang kelas, tetapi harus berakar di tanah dan berkembang dalam tindakan nyata.

Di tengah tantangan degradasi lingkungan dan tekanan terhadap keanekaragaman hayati, langkah kecil di Puger ini menjadi pengingat bahwa masa depan konservasi tidak hanya ditentukan oleh kebijakan dan patroli lapangan, tetapi juga oleh seberapa dalam generasi muda memahami dan mencintai alamnya.

Dari ruang kelas hari itu, harapan baru ditanam, bahwa suatu saat nanti, mereka bukan hanya menjadi saksi, tetapi pelaku utama dalam menjaga warisan hayati Indonesia.


Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda

Editor : Agus Irwanto

Sumber : Bidang KSDA Wilayah III Jember

39 views
0 komentar
0 shares
Rating:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Artikel Terkait