Berita

Komunitas Reptil Mojokerto, Mitra Konservasi di Tengah Minimnya Literasi Satwa Liar

Mojokerto – Balai Besar KSDA Jawa Timur melalui RKW 8 Mojokerto–Lamongan menghadiri kegiatan Gathering Mojokerto Reptil di Pasar Semeru, Sabtu malam, 11 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan komunitas dalam meningkatkan kesadaran konservasi satwa liar, khususnya reptil.

Acara yang berlangsung pukul 19.00–22.00 WIB tersebut diikuti sekitar 20 anggota komunitas dan 35 pengunjung. Sejumlah jenis reptil diperagakan, antara lain Ular Koros, Biawak Air, Iguana Hijau, Sanca Kembang, dan Sanca Bola.

Dari hasil pemantauan lapangan, tidak ditemukan kepemilikan satwa dilindungi oleh anggota komunitas. Mereka juga dinilai telah memahami dan mematuhi ketentuan perundang-undangan terkait pemeliharaan satwa liar. Hal ini menjadi indikator positif dalam upaya mendorong kepatuhan berbasis kesadaran, bukan semata penegakan hukum.

Diskusi dalam kegiatan tersebut menyoroti aspek penanganan, pemeliharaan, serta regulasi perlindungan reptil. Komunitas Mojokerto Reptil juga tercatat aktif dalam kegiatan edukasi publik, termasuk di sekolah, pelatihan bagi petugas pemadam kebakaran, serta membantu evakuasi reptil di permukiman warga.

Kehadiran BBKSDA Jawa Timur dalam forum ini diarahkan untuk memperkuat koordinasi dan membuka ruang kolaborasi berkelanjutan. Sejumlah tindak lanjut meliputi penguatan komunikasi, penyelenggaraan edukasi bersama, serta peningkatan sinergi dalam penanganan konflik satwa liar.

Di tengah meningkatnya interaksi manusia dan satwa akibat tekanan habitat, peran komunitas dinilai semakin strategis. Pendekatan kolaboratif menjadi alternatif yang dinilai efektif dalam menjembatani kepentingan konservasi dan kebutuhan masyarakat di tingkat tapak.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji – PEH Ahli Muda
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah II Gresik