Verifikasi Kandidat Wana Lestari 2026 Tinjau Kiprah Konservasi di Kediri

Agus Irwanto
Verifikasi Kandidat Wana Lestari 2026 Tinjau Kiprah Konservasi di Kediri

Kediri - Komitmen terhadap pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati tidak hanya diukur dari gagasan maupun laporan kegiatan, tetapi juga dari jejak nyata yang ditinggalkan di lapangan. Semangat itulah yang mewarnai pelaksanaan verifikasi lapangan Lomba Wana Lestari Tahun 2026 yang berlangsung pada 23–24 Juni 2026 di Kota dan Kabupaten Kediri.

Balai Besar KSDA Jawa Timur bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur mendampingi Tim Penilai Pusat dari Direktorat Konservasi Kawasan Kementerian Kehutanan dalam melakukan verifikasi terhadap dua kandidat asal Jawa Timur. Yakni, Kelompok Pecinta Alam (KPA) Mapala Pelita Universitas Nusantara PGRI Kediri dan Kader Konservasi Alam (KKA) Rudiyanto.

Kegiatan verifikasi dipimpin oleh Rumchani Agus Sulistiyo serta dihadiri Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Trenggalek, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Kediri Balai Besar KSDA Jawa Timur, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Verifikasi terhadap KPA Mapala Pelita dilaksanakan di Universitas Nusantara PGRI Kediri. Kegiatan diawali dengan sambutan Rektor Universitas Nusantara PGRI Kediri, dilanjutkan sambutan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur dan Tim Penilai Pusat. Selanjutnya, Mapala Pelita memaparkan berbagai program dan kiprahnya dalam bidang konservasi melalui penayangan video profil, presentasi kegiatan, serta diskusi bersama tim penilai.

Proses verifikasi tidak berhenti pada pemaparan. Tim penilai kemudian mengunjungi Sekretariat Mapala Pelita untuk melakukan pencermatan dokumen, menilai konsistensi pelaksanaan program, serta berdialog langsung dengan para anggota organisasi. Sebelumnya, tim juga melakukan audiensi dengan Wali Kota Kediri sebagai bentuk sinergi pemerintah daerah dalam mendukung tumbuhnya gerakan konservasi yang digerakkan oleh kalangan akademisi dan generasi muda.

Pada hari kedua, verifikasi dilanjutkan terhadap Kader Konservasi Alam Rudiyanto di Kabupaten Kediri. Kegiatan diawali di Kantor Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Kediri yang dihadiri unsur pemerintah daerah, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata, Camat Plosoklaten, Balai Besar KSDA Jawa Timur, serta berbagai pihak terkait. Setelah pemaparan program dan sesi diskusi, tim bergerak menuju Cagar Alam Manggis Gadungan untuk melihat secara langsung berbagai aktivitas konservasi yang telah dilakukan.

Di kawasan konservasi tersebut, tim menyaksikan pelepasliaran burung kutilang sebagai simbol kembalinya satwa liar ke habitat alaminya. Tim juga berdiskusi bersama pemerintah desa dan unsur Muspika mengenai pentingnya kolaborasi dalam menjaga kawasan konservasi. 

Salah satu lokasi yang turut dikunjungi adalah pohon leses (Ficus albipila), anggota marga Ficus yang memiliki peran ekologis penting sebagai penyedia pakan alami bagi berbagai jenis burung, mamalia, dan satwa liar lainnya. Keberadaan jenis-jenis Ficus sering disebut sebagai keystone species, karena menopang keberlangsungan rantai kehidupan di dalam ekosistem hutan.

Perjalanan verifikasi dilanjutkan ke rumah Rudiyanto. Di sana, tim melihat secara langsung persemaian berbagai jenis pohon Ficus serta tanaman hutan lainnya yang dipersiapkan untuk mendukung kegiatan rehabilitasi habitat dan pengayaan vegetasi. Upaya sederhana tersebut menjadi bukti bahwa konservasi dapat dimulai dari ruang-ruang kecil, kemudian tumbuh menjadi gerakan yang memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Verifikasi lapangan merupakan tahapan penting dalam Lomba Wana Lestari untuk memastikan bahwa seluruh capaian yang disampaikan oleh peserta benar-benar terlaksana dan memberikan dampak nyata. Penilaian tidak hanya mencakup aspek administrasi, tetapi juga konsistensi, inovasi, keberlanjutan program, serta kontribusi terhadap pelestarian sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

Melalui proses verifikasi ini, Balai Besar KSDA Jawa Timur berharap semangat konservasi terus berkembang di tengah masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, komunitas pecinta alam, kader konservasi, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menjaga kelestarian kawasan konservasi beserta keanekaragaman hayati yang dikandungnya.

Sebab pada akhirnya, keberhasilan konservasi bukan semata ditentukan oleh luas kawasan yang dilindungi, melainkan oleh semakin banyaknya orang yang memilih untuk merawat alam sebagai bagian dari tanggung jawab bersama bagi generasi mendatang.


Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda

Editor : Agus Irwanto

Sumber : Bidang KSDA Wilayah I Madiun


13 views
0 komentar
0 shares
Rating:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Artikel Terkait