Tiga Hari Membuat Resah, Seekor Monyet Liar Justru Menghilang Saat Tim BBKSDA Jawa Timur Tiba

Sidoarjo - Laporan warga yang diteruskan Radio Suara Surabaya mendorong respon cepat BBKSDA Jawa Timur. Saat tim tiba dan melakukan penyisiran, satwa yang dilaporkan berkeliaran itu tak lagi nampak.
Selama tiga hari terakhir, warga Perumahan Griya Permata Gedangan Tahap II, Desa Keboansikep, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, dibuat waspada oleh kemunculan seekor monyet yang berkeliaran di lingkungan permukiman.
Laporan tersebut kemudian diteruskan Radio Suara Surabaya (SS) kepada Call Center Balai Besar KSDA Jawa Timur, sehingga segera ditindaklanjuti oleh Tim Matawali Seksi Konservasi Wilayah III bersama Unit Penyelamatan Satwa (UPS) pada Jumat (17/7/2026).
Setibanya di lokasi, tim berkoordinasi dengan Ketua RW setempat sebagai pelapor, kemudian melakukan pemeriksaan dan pemantauan di sekitar kawasan perumahan. Pengawasan dilakukan secara langsung maupun menggunakan drone untuk memperluas jangkauan pencarian.
Namun hingga kegiatan selesai, monyet yang dilaporkan warga tidak lagi ditemukan. Satwa diduga telah berpindah ke lokasi lain atau bersembunyi sehingga tidak terpantau selama proses pengawasan berlangsung.
Selain melakukan pemantauan, petugas juga memberikan edukasi kepada warga mengenai langkah yang tepat apabila kembali menjumpai satwa liar. Masyarakat diimbau untuk tidak mengejar atau menangkap satwa secara mandiri, melainkan menjaga jarak aman dan segera melaporkannya kepada BBKSDA Jawa Timur agar dapat ditangani sesuai prosedur.
Di sisi lain, Radio Suara Surabaya turut berperan memastikan informasi yang diterima masyarakat tetap akurat dengan melakukan konfirmasi kepada BBKSDA Jawa Timur melalui sambungan telepon maupun siaran langsung. Kolaborasi antara masyarakat, media, dan pemerintah menjadi bagian penting dalam membangun respon yang cepat sekaligus mencegah berkembangnya informasi yang tidak terverifikasi.
Kemunculan satwa liar di kawasan permukiman tidak selalu menunjukkan adanya ancaman maupun gangguan tertentu. Satwa dapat berpindah karena berbagai faktor, sehingga setiap laporan perlu diverifikasi melalui pengamatan lapangan sebelum dilakukan tindakan lebih lanjut.
Peristiwa di Gedangan menjadi pengingat bahwa penanganan interaksi manusia dan satwa liar membutuhkan peran semua pihak. Laporan masyarakat yang cepat, dukungan media yang bertanggung jawab, serta respon petugas konservasi yang profesional merupakan kunci untuk menjaga keselamatan manusia sekaligus kelestarian satwa liar.
Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah II Gresik
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!



