Terjatuh Dari Tebing, Diselamatkan Oleh Kepedulian

Agus Irwanto
Terjatuh Dari Tebing, Diselamatkan Oleh Kepedulian

Malang -Seekor Kijang, Muntiacus muntjak, tergeletak di tepi jalan yang menghubungkan Pujon dan Kota Batu, Jumat, 31 Juli 2026. Satwa itu mengalami luka pada bagian kepala dan kaki. Warga yang menemukannya tidak membiarkan Kijang tersebut menghadapi nasibnya sendiri. Mereka mengamankan satwa itu, lalu melaporkannya kepada Polsek Pujon.

Laporan tersebut segera diteruskan kepada Tim Matawali Resort KSDA Wilayah 17 Malang, Balai Besar KSDA Jawa Timur. Tidak lama kemudian, tim berkoordinasi dengan Seksi KSDA Wilayah VI, Unit Penyelamatan Satwa (UPS) Balai Besar KSDA Jawa Timur, serta Jatim Park Group untuk melakukan evakuasi.

Hasil wawancara dengan Kapolsek Pujon mengindikasikan bahwa Kijang diduga terjatuh dari tebing di sekitar lokasi penemuan. Dugaan itu didasarkan pada kondisi luka yang dialami satwa. Meski demikian, penyebab pasti kejadian tersebut masih memerlukan pengamatan lebih lanjut.

Sebelum dipindahkan, dokter hewan dari Jatim Park Group melakukan pemeriksaan dan memberikan penanganan medis awal. Langkah ini dilakukan untuk menstabilkan kondisi satwa sekaligus memastikan proses evakuasi berlangsung sesuai dengan prinsip kesejahteraan satwa liar.

Setelah seluruh prosedur administrasi dipenuhi, satwa diserahkan secara sukarela kepada negara melalui penandatanganan Berita Acara Penyerahan tertanggal 31 Juli 2026. Penyerahan tersebut menjadi dasar bagi Balai Besar KSDA Jawa Timur untuk melanjutkan penanganan satwa sesuai ketentuan.

Tim Matawali kemudian membawa Kijang menuju kandang karantina milik Lembaga Konservasi PT. Bunga Wangsa Sedjati. Di lokasi itu satwa akan menjalani observasi, perawatan medis, dan pemulihan. Kondisi kesehatannya akan terus dipantau sebelum ditentukan penanganan lanjutan berdasarkan hasil evaluasi tim.

Peristiwa di Pujon memperlihatkan bahwa penyelamatan satwa liar tidak selalu berawal dari operasi di dalam kawasan hutan. Dalam banyak kasus, keberhasilan justru ditentukan oleh respons cepat masyarakat yang memilih melapor, aparat yang segera menindaklanjuti, serta sinergi antarlembaga yang memastikan satwa memperoleh penanganan sesuai prosedur.

Bagi konservasi, setiap individu satwa memiliki arti. Seekor kijang yang terselamatkan memang tidak serta-merta mengubah kondisi populasi di alam. Namun, setiap tindakan penyelamatan menjaga peluang keberlangsungan kehidupan satwa liar sekaligus memperkuat pesan bahwa perlindungan keanekaragaman hayati merupakan tanggung jawab bersama.

Di balik seekor Kijang yang ditemukan terluka, tersimpan pelajaran sederhana bahwa kepedulian adalah langkah pertama dalam konservasi. Ketika masyarakat memilih melindungi dan melapor, negara dapat menjalankan perannya. Dari kolaborasi seperti itulah harapan bagi satwa liar tetap terjaga.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah III Jember


19 views
0 komentar
1 shares
Rating:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Artikel Terkait