Disangka Musang, Mamalia Bersisik Kejutkan Warga Jember

Agus Irwanto
Disangka Musang, Mamalia Bersisik Kejutkan Warga Jember

Jember - Warga Perumahan Mandiri Land, Kabupaten Jember, dikejutkan oleh kemunculan seekor satwa liar pada Kamis malam, 30 Juli 2026. Dalam cahaya lampu jalan, satwa itu tampak melintas perlahan di badan jalan.  Bentuk tubuhnya membuat sebagian warga mengiranya musang. Namun, setelah diamankan petugas, identitas satwa itu justru mengungkap kisah yang berbeda.

Laporan bermula sekitar pukul 20.00 WIB ketika seorang warga menghubungi call center Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Jember. Lokasi penemuan berada di kawasan Perumahan Mandiri Land yang berbatasan dengan Roxy Mall, salah satu pusat aktivitas masyarakat di Kota Jember. Menurut pelapor, satwa tersebut hampir tertabrak sepeda motor saat melintasi jalan kompleks perumahan.

Merespons laporan itu, petugas Dinas Pemadam Kebakaran segera menuju lokasi dan mengamankan satwa. Pada malam yang sama, petugas berkoordinasi dengan Tim Matawali Balai Besar KSDA Jawa Timur, kemudian membawa satwa tersebut ke kantor Bidang KSDA Wilayah III Jember untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Karena penyerahan dilakukan pada malam hari, proses administrasi dan identifikasi dilanjutkan keesokan harinya.

Hasil identifikasi memastikan bahwa satwa yang semula disangka musang tersebut adalah seekor Trenggiling Jawa, Manis javanica, mamalia bersisik yang dilindungi undang-undang. Satwa ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem melalui pengendalian populasi semut dan rayap.

Saat ini, satwa ditempatkan sementara di kandang transit Bidang KSDA Wilayah III Jember. Tim MATAWALI akan melakukan observasi terhadap kondisi fisik, kesehatan, dan perilaku satwa sebagai dasar penentuan langkah penanganan berikutnya. Apabila dinyatakan memenuhi persyaratan, satwa akan dipersiapkan untuk kembali ke habitat alaminya. 

Kemunculan Trenggiling di kawasan permukiman menjadi pengingat bahwa satwa liar sesekali dapat memasuki ruang aktivitas manusia. Dalam situasi seperti itu, tindakan paling tepat bukanlah menangkap, memelihara, ataupun memperjualbelikan satwa, melainkan segera melaporkannya kepada petugas agar memperoleh penanganan yang sesuai dengan prinsip konservasi dan kesejahteraan satwa.

Peristiwa di Jember menunjukkan bahwa penyelamatan satwa liar sering kali bermula dari kepedulian masyarakat. Satu panggilan kepada petugas telah mencegah kemungkinan yang lebih buruk bagi satwa yang nyaris menjadi korban di jalan raya. Kolaborasi antara warga, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Jember, dan Tim Matawali Balai Besar KSDA Jawa Timur menjadi mata rantai penting dalam memastikan satwa liar yang dilindungi tetap memperoleh kesempatan untuk hidup dan kembali menjalankan perannya di alam.

Di tengah pesatnya perkembangan kawasan perkotaan, kehadiran seekor trenggiling di jalan perumahan bukan sekadar peristiwa yang mengundang perhatian. Ia menjadi pengingat bahwa manusia dan satwa liar masih berbagi bentang alam yang sama. Cara kita merespons setiap perjumpaan itulah yang pada akhirnya akan menentukan masa depan keanekaragaman hayati Indonesia.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah III Jember

12 views
0 komentar
0 shares
Rating:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Artikel Terkait