Ramai Di Media Sosial, BBKSDA Jatim Luruskan Polemik Pendakian Argopuro Via Bondowoso

Agus Irwanto
Ramai Di Media Sosial, BBKSDA Jatim Luruskan Polemik Pendakian Argopuro Via Bondowoso

Bondowoso - Sebuah unggahan di media sosial mampu mengundang ribuan pasang mata menuju Gunung Argopuro. Di balik antusiasme itu, muncul pertanyaan yang tak kalah penting: benarkah telah dibuka jalur pendakian baru menuju kawasan Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang

Menjawab pertanyaan tersebut, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur bersama aparat kepolisian dan Pemerintah Desa Suco Lor memilih turun langsung ke lapangan. Hasilnya bukan sekadar klarifikasi, melainkan sebuah kesepahaman bahwa semangat mengembangkan wisata alam harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab menjaga kawasan konservasi.

Pada Kamis, 30 Juli 2026, petugas BBKSDA Jawa Timur dari Bidang KSDA Wilayah III Jember melaksanakan koordinasi bersama Polsek Maesan, Pemerintah Desa Suco Lor, serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) "Pemoeda Pribumi" sebagai pengelola Pos Pendakian Dawuhan. Hal ini sebagai tindaklanjut atas laporan masyarakat dan informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan pembukaan jalur baru pendakian Gunung Argopuro melalui Dusun Dawuhan, Desa Suco Lor, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso,

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi secara utuh sekaligus memastikan bahwa setiap aktivitas yang berkaitan dengan kawasan Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang tetap berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dari hasil pertemuan diketahui bahwa Pos Pendakian Dawuhan merupakan fasilitas wisata yang dikelola Pokdarwis "Pemoeda Pribumi", sebuah kelompok binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur sejak tahun 2025. Pos tersebut saat ini melayani kegiatan wisata menuju Air Terjun Tancak yang berjarak sekitar 2,6 kilometer dari pos serta jasa pemanduan menuju Puncak Alang-Alang yang masih berada di kawasan hutan Perum Perhutani KPH Bondowoso.

Adapun informasi yang beredar mengenai "jalur baru" menuju Gunung Argopuro dijelaskan oleh pengelola sebagai bagian dari upaya memperkenalkan keberadaan Pos Pendakian Dawuhan kepada komunitas pecinta alam. Hingga saat ini, tidak terdapat kegiatan open trip maupun pembukaan jalur pendakian baru menuju kawasan Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang melalui pos tersebut.

Pengelola juga menyampaikan bahwa apabila di masa mendatang terdapat peluang pengembangan jalur alternatif pendakian menuju Gunung Argopuro, seluruh proses harus melalui mekanisme perencanaan, kajian, serta perizinan sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk saat ini, fokus utama mereka adalah mengembangkan destinasi wisata yang telah berjalan dan meningkatkan kapasitas sarana pendukung secara bertahap.

Dalam kesempatan yang sama, seluruh pihak menyepakati bahwa setiap rencana yang berkaitan dengan akses menuju kawasan konservasi harus mengedepankan prinsip kehati-hatian. Segala bentuk pembukaan jalur, pengembangan pos pendakian, maupun aktivitas wisata yang memasuki kawasan Suaka Margasatwa hanya dapat dilakukan setelah memenuhi seluruh persyaratan administrasi, teknis, dan regulasi yang berlaku, termasuk perizinan masuk kawasan konservasi (SIMAKSI) pada setiap kegiatan.

Selain itu, BBKSDA Jawa Timur juga mengajak Pokdarwis untuk turut berperan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat dan pengguna media sosial agar memperoleh informasi yang benar mengenai mekanisme pendakian di Gunung Argopuro. Di era digital, sebuah unggahan dapat menyebar dengan cepat, sehingga penyampaian informasi yang akurat menjadi bagian penting dari upaya menjaga kawasan konservasi.

Kepala Bidang KSDA Wilayah III Jember BBKSDA Jawa Timur, Purwantono, S.Hut., M.P., menegaskan bahwa konservasi tidak bertujuan membatasi ruang masyarakat untuk berkembang, melainkan memastikan setiap bentuk pemanfaatan alam berlangsung secara bertanggung jawab.

"Kawasan konservasi merupakan benteng terakhir bagi keberlangsungan keanekaragaman hayati. Karena itu, setiap rencana pemanfaatan akses menuju kawasan harus dilaksanakan sesuai regulasi yang berlaku. Kami mendukung tumbuhnya inisiatif masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata alam, namun pengembangannya harus dilakukan secara terencana, kolaboratif, dan tidak mengabaikan fungsi perlindungan kawasan. Konservasi dan pembangunan dapat berjalan berdampingan apabila seluruh pihak memegang komitmen yang sama terhadap kelestarian alam," ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pendakian menuju kawasan Gunung Argopuro bukanlah aktivitas wisata yang dapat dipandang ringan. Karakter bentang alam yang panjang, kondisi cuaca yang cepat berubah, serta keterbatasan akses menjadikan aspek keselamatan sebagai prioritas utama.

"Pendakian di kawasan sekitar Argopuro bukan kategori pendakian untuk pemula. Prinsip yang harus selalu kita pegang adalah aman bagi kawasan dan selamat bagi para pendaki. Kelestarian alam dan keselamatan manusia tidak boleh dipertentangkan, justru keduanya harus berjalan beriringan," tambahnya.

Koordinasi yang dilakukan BBKSDA Jawa Timur bersama seluruh pemangku kepentingan menjadi bukti bahwa komunikasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan kawasan konservasi. Melalui dialog, klarifikasi, dan saling memahami peran masing-masing, berbagai potensi kesalahpahaman dapat diselesaikan tanpa menghilangkan semangat masyarakat untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Pada akhirnya, menjaga Gunung Argopuro di Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang bukan hanya tentang mempertahankan tutupan hutannya atau melindungi satwa liar yang hidup di dalamnya. Menjaga Argopuro juga berarti menjaga kepercayaan publik bahwa setiap langkah menuju kawasan konservasi harus dilandasi pengetahuan, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap aturan. 

Sebab, di alam yang tetap lestari, selalu tersedia ruang bagi manusia untuk belajar, bertualang, dan mewariskan keindahannya kepada generasi yang akan datang.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah III Jember

23 views
2 komentar
0 shares
Rating:

Komentar (2)

Tinggalkan Komentar

Basyori S. IP

Bersama kita bisa ..... kelestarian alam mari kita jaga bersama

Blue Dark

semangat dulur kabeh

Artikel Terkait