Subscribe or follow us on:

  Hutan-hutan konservasi di Indonesia masih terancam, bukan saja alih fungsi lahan dan pembalakan liar, melainkan juga ditambah dengan ancaman dari berbagai tanaman invasif.

Konservasi Penyu di Pacitan

Written by Friday, 01 November 2013 00:00
Published in Berita
Desa Hadiwarno, Ngadirojo, Pacitan, memiliki sebuah pantai bernama Pantai Taman yang telah lama menjadi kawasan untuk bertelur Penyu. Sejak dulu masyarakat desa ini tidak memiliki wawasan mengenai penyu, sehingga ketika ada penyu yang mendarat untuk bertelur langsung di tangkap dan diperjualbelikan. Meski tidak sampai dijadikan bahan pangan, karena masyarakat setempat percaya bahwa satwa ini memiliki nilai mistis.

Pengesahan KTPU CPNS Kemenhut

Written by Thursday, 31 October 2013 09:14
Published in Berita
Akhirnya, pengesahan Kartu Tanda Peserta Ujian (KTPU) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Kehutanan (Kemenhut) resmi dilaksanakan, dimulai hari ini 30 Oktober hingga 2 Nopember 2013. Meski sejak tanggal 10 Oktober 2013, panitia sudah menerima pengesahan tersebut.

30 persen jenis tumbuhan asli Indonesia terancam punah

Written by Thursday, 31 October 2013 08:07
Published in Berita

Sekitar 20 persen hingga 30 persen spesies tumbuhan asli Indonesia terancam punah, kata pakar ekologi dan keanekaragaman hayati, Roemantyo.

Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi

Written by Wednesday, 30 October 2013 00:00
Published in Artikel

Pengelolaan kawasan konservasi selama ini telah dilakukan sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku, namun demikian perlu dilakukan pengukuran efektivitas pengelolaan untuk dapat mengetahui apakah pengelolaan yang dilakukan selama ini sudah efektif atau belum. Hal tersebut dilakukan untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam pengelolaan kawasan konservasi sehingga dihasilkan pengelolaan kawasan yang efektif dan efisien. 

 

Pembentukan Kader Konservasi Tingkat Madya

Written by Tuesday, 29 October 2013 00:00
Published in Agenda
Bertempat di Hotel Istana, Jl. Diponegoro Jember, Balai Besar KSDA Jatim menyelenggarakan Pembentukan Kader Konservasi Tingkat Madya. Kegiatan yang dikuti oleh 30 peserta tersebut terdiri dari kader konservasi tingkat muda di Provinsi Jawa Timur.
Salah satu metode untuk mengukur efektivitas pengelolaan kawasan konservasi adalah Metode METT atau Management Effectivenes Tracking Tools. Metode ini dikembangkan oleh WWF dan Worldbank. Secara umum metode METT terbagi menjadi dua bagian utama yaitu bagian pertama berisi lembar data dan bagian kedua berisi lembar penilaian. 

Category Menu

Most popular

SBY: Hukum Para Pembakar Hutan

  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta aparat hukum menangkap para pe

Read more
Status Waspada, Gunung Ijen Tetap Ramai Dikunjungi Wisatawan

Minat wisatawan untuk berkunjung ke Kawah Ijen tampaknya tetap tinggi. Meski m

Read more
Populasi Bertambah, Kamera Pengintai Rekam 58 Badak Jawa pada 2013

  Hasil monitoring badak Jawa tahun 2013 di Taman Nasional Ujung Kulon (TN

Read more
Tujuh Jenis Ditemukan, Jenis Burung di Indonesia Bertambah

  Burung Indonesia mencatat jumlah jenis burung di tanahair bertambah dari

Read more
Perubahan Jenis Dan Tarif Atas Jenis PNBP Pada Kementerian Kehutanan

  Perubahan jenis dan tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak (PNBP

Read more