Subscribe or follow us on:

  Hutan-hutan konservasi di Indonesia masih terancam, bukan saja alih fungsi lahan dan pembalakan liar, melainkan juga ditambah dengan ancaman dari berbagai tanaman invasif.

Kawasan Lahan Basah/Mangrove Teluk Pangpang Kabupaten Banyuwangi telah  ditetapkan oleh Kementerian Kehutanan sebagai ekosistem esensial. Penetapan tersebut dilatarbelakangi oleh Inpres RI Nomor : 03 Tahun 2010 tentang Pembangunan Yang Berkeadilan yaitu pada program Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium (Millennium Development Goals – MDGs), focus kegiatannya yaitu  Penjaminan Kelestarian Lingkungan Hidup.

Pusat Latihan Gajah Seblat Terancam untuk Tambang

Written by Thursday, 30 August 2012 10:43
Published in Berita
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kehutanan mengkaji usulan mengonversi 540 hektar kawasan konservasi Pusat Latihan Gajah Seblat, Bengkulu, sebagai lahan tambang. Mereka menjanjikan kajian menyeluruh.

Revisi UU Konservasi, Publik Dapat Memberi Masukan

Written by Thursday, 23 August 2012 22:43
Published in Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kehutanan mengumumkan draf revisi UU Konservasi menjadi Undang-Undang Keanekaragaman Hayati. Di sana diatur lebih detail tata cara pengelolaan spesies hingga ke tingkat genetikanya.

Kemarau Memicu Perburuan Satwa Liar

Written by Thursday, 23 August 2012 22:40
Published in Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Musim kemarau di sejumlah daerah di Indonesia telah memicu perburuan satwa-satwa langka, salah satunya Harimau Sumatera, demikian Kepala Humas Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Sumarto, Kamis (23/8/2012).

Satwa Liar Diperdagangkan bak HP Bekas

Written by Thursday, 23 August 2012 22:35
Published in Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Satwa liar diperdagangkan secara online bak handphone bekas ataupun barang-barang lain yang biasa dijual lewat internet. Cara penawaran dan pembeliannya pun mirip seperti yang dilakukan di forum jual beli online.

Sirkus Lumba-Lumba Tidak Mendidik

Written by Monday, 20 August 2012 20:38
Published in Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Sirkus keliling lumba-lumba yang digelar PT Wersut Seguni Indonesia sama sekali tidak mendidik generasi muda. Sirkus tersebut dinilai lebih menonjolkan aspek hiburan daripada pendidikan masyarakat, terlebih lagi konservasi lumba-lumba.

Category Menu

Most popular

SBY: Hukum Para Pembakar Hutan

  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta aparat hukum menangkap para pe

Read more
Status Waspada, Gunung Ijen Tetap Ramai Dikunjungi Wisatawan

Minat wisatawan untuk berkunjung ke Kawah Ijen tampaknya tetap tinggi. Meski m

Read more
Populasi Bertambah, Kamera Pengintai Rekam 58 Badak Jawa pada 2013

  Hasil monitoring badak Jawa tahun 2013 di Taman Nasional Ujung Kulon (TN

Read more
Tujuh Jenis Ditemukan, Jenis Burung di Indonesia Bertambah

  Burung Indonesia mencatat jumlah jenis burung di tanahair bertambah dari

Read more
Perubahan Jenis Dan Tarif Atas Jenis PNBP Pada Kementerian Kehutanan

  Perubahan jenis dan tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak (PNBP

Read more