Pendampingan Pokmas Untuk Menjaga Cagar Alam Manggis Gadungan

Agus Irwanto
Pendampingan Pokmas Untuk Menjaga Cagar Alam Manggis Gadungan

Kediri - Di Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, terbentang Cagar Alam Manggis Gadungan, sebuah kawasan yang menjadi rumah bagi beragam tumbuhan dan satwa liar. Keheningan hutan ini menyimpan peran penting sebagai penyangga kehidupan, mulai dari menjaga tata air, menyerap karbon, hingga menyediakan habitat bagi berbagai jenis keanekaragaman hayati yang menjadi bagian dari kekayaan alam Indonesia.

Namun, menjaga kawasan konservasi tidak cukup hanya dengan membangun batas kawasan atau meningkatkan patroli. Keberhasilan konservasi juga ditentukan oleh masyarakat yang hidup berdampingan dengan hutan. Ketika masyarakat desa penyangga memiliki sumber penghidupan yang layak, rasa memiliki terhadap kawasan akan tumbuh, dan konservasi tidak lagi dipandang sebagai pembatas, melainkan sebagai investasi bersama untuk masa depan.

Semangat inilah yang menjadi landasan Balai Besar KSDA Jawa Timur melaksanakan kegiatan Pendampingan Kelompok Masyarakat (Pokmas) Alas Simpenan Sejahtera pada 1 Juli 2026 di Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Kelompok ini merupakan salah satu mitra konservasi yang berada di desa penyangga Cagar Alam Manggis Gadungan dan memiliki peran strategis dalam mendukung pengelolaan kawasan secara berkelanjutan.

Kegiatan pendampingan yang dilaksanakan oleh tim yang terdiri atas Polisi Kehutanan, Pengendali Ekosistem Hutan, tenaga pengolah data, Kepala Seksi KSDA Wilayah I, Calon Polisi Kehutanan, Manggala Agni, serta anggota kelompok masyarakat melakukan pendekatan partisipatif melalui anjangsana, dialog, dan observasi langsung terhadap kondisi kelembagaan maupun usaha ekonomi produktif kelompok.

Pertemuan berlangsung hangat di rumah Ketua Pokmas, Ekowanto. Suasana diskusi menunjukkan bahwa konservasi tidak selalu dibangun melalui ruang rapat, tetapi sering kali tumbuh dari percakapan sederhana antara petugas dan masyarakat. Dalam forum tersebut, berbagai persoalan dan harapan kelompok dibahas secara terbuka sebagai bagian dari proses pendampingan yang berkelanjutan.

Salah satu fokus utama adalah penguatan kelembagaan kelompok. Pokmas Alas Simpenan Sejahtera masih memerlukan pendampingan dalam penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) agar memiliki tata kelola organisasi yang semakin baik. Kelembagaan yang kuat menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat sekaligus memperkuat kemitraan dalam pengelolaan kawasan konservasi.

Tim pendamping juga melakukan evaluasi terhadap bantuan yang telah diberikan sebelumnya, yakni mesin chopper pakan ternak pada tahun 2022 dan bantuan ternak kambing pada tahun 2024. Bantuan tersebut telah menjadi modal awal bagi kelompok untuk mengembangkan usaha peternakan sebagai salah satu sumber pendapatan alternatif masyarakat.

Dalam diskusi, disepakati rencana pengembangan usaha ekonomi produktif pada tahun 2026 melalui penambahan 30 ekor kambing Randu Jawa dan satu ekor sapi untuk dibudidayakan secara kelompok. Selain itu, direncanakan pula peningkatan kapasitas anggota melalui pelatihan di sentra peternakan kambing di Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan anggota sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi kelompok.

Pendampingan juga diarahkan pada pemenuhan berbagai persyaratan administrasi sebagai dasar penyaluran bantuan usaha ekonomi produktif tahun 2026. Seluruh proses akan terus didampingi secara intensif agar pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan serta mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi kelompok.

Lebih dari sekadar bantuan ekonomi, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi konservasi berbasis masyarakat. Penguatan usaha produktif di desa penyangga diharapkan dapat mengurangi tekanan terhadap kawasan konservasi, karena masyarakat memiliki pilihan mata pencaharian yang lebih stabil dan berkelanjutan. Ketika kebutuhan ekonomi dapat dipenuhi dari usaha yang dikelola bersama, ketergantungan terhadap pemanfaatan sumber daya alam di dalam kawasan dapat ditekan.

Hubungan antara kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam sesungguhnya tidak dapat dipisahkan. Hutan yang tetap lestari menjaga ketersediaan air, mempertahankan kesuburan tanah, dan menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas pertanian maupun peternakan masyarakat. Sebaliknya, masyarakat yang sejahtera memiliki ruang yang lebih besar untuk berperan sebagai penjaga kawasan, melaporkan potensi gangguan, serta ikut menjaga keberadaan flora dan fauna yang hidup di dalam Cagar Alam Manggis Gadungan.

Inilah wajah konservasi masa kini. Konservasi bukan hanya tentang melindungi pohon, satwa liar, atau bentang alam, tetapi juga tentang membangun kepercayaan, memperkuat kemitraan, dan menumbuhkan harapan bersama. Setiap kandang ternak yang dikelola dengan baik, setiap kelompok masyarakat yang semakin mandiri, dan setiap warga yang memilih menjaga hutan merupakan bagian dari upaya merawat keanekaragaman hayati Indonesia.

Karena pada akhirnya, keberhasilan menjaga Cagar Alam Manggis Gadungan tidak hanya ditentukan oleh luas kawasan yang tetap terjaga, tetapi juga oleh kuatnya hubungan antara manusia dan alam. Ketika masyarakat tumbuh bersama konservasi, hutan tidak sekadar bertahan, melainkan terus hidup sebagai rumah bagi keanekaragaman hayati sekaligus sumber kehidupan bagi generasi yang akan datang.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda 
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah I Madiun

19 views
0 komentar
0 shares
Rating:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Artikel Terkait