20 Rak Untuk Menjaga Masa Depan Ekosistem Laut Pulau Bawean

Agus Irwanto
20 Rak Untuk Menjaga Masa Depan Ekosistem Laut Pulau Bawean

Gresik - Hamparan laut biru di Pulau Noko Gili, Bawean, menyimpan kehidupan yang tak selalu terlihat dari permukaan. Di bawah air, terumbu karang menjadi rumah bagi beragam biota laut sekaligus benteng alami yang melindungi pulau-pulau kecil dari ancaman abrasi. 

Kesadaran akan pentingnya ekosistem tersebut menjadi semangat dalam Seremonial Penanaman 20 Rak Transplantasi Karang yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Pulau Noko Gili, Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, Kamis (2/7).

Ketua Pokmaswas Hijau Daun, Subhan, menyampaikan bahwa transplantasi terumbu karang merupakan bentuk nyata kolaborasi dalam menjaga dan memulihkan ekosistem pesisir. Senada dengan itu, Camat Sangkapura berharap keberadaan terumbu karang mampu memperkuat perlindungan alami Pulau Noko Gili dari ancaman abrasi sekaligus mendukung kelestarian sumber daya pesisir.

Kegiatan ini diikuti oleh PT PLN Nusantara Power UP Gresik, PLN ULP Bawean, Forkopimcam Sangkapura, Dinas Pariwisata, Dinas Perikanan, Balai Besar KSDA Jawa Timur melalui Resort Konservasi Wilayah 09 Gresik–Bawean, Pokmaswas Hijau Daun, Pokmas Noko Gili, mahasiswa Universitas Gadjah Mada dan Universitas Brawijaya, pelajar, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta insan media.

Perwakilan PT. PLN Nusantara Power UP Gresik menegaskan bahwa keberhasilan restorasi tidak hanya ditentukan oleh proses penanaman, namun juga oleh komitmen untuk merawat karang agar dapat tumbuh dan membentuk ekosistem baru.

Seluruh peserta mengikuti proses pelekatan fragmen karang pada rak transplantasi yang dipandu oleh tim lapangan. Fragmen yang telah dipasang kemudian segera dibawa ke lokasi penanaman di bawah laut agar tetap hidup dan memiliki peluang tumbuh secara optimal.

Bagi Pulau Bawean, terumbu karang bukan sekadar pemandangan bawah laut yang indah. Ekosistem ini berperan sebagai habitat berbagai biota laut, pelindung garis pantai dari gelombang, penunjang perikanan, hingga pendukung wisata bahari yang berkelanjutan. Karena itu, setiap upaya pemulihan terumbu karang merupakan investasi bagi keberlanjutan ekosistem pesisir dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui keterlibatannya dalam kegiatan ini, Balai Besar KSDA Jawa Timur menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan generasi muda dalam menjaga kelestarian sumber daya alam. Sebab, masa depan ekosistem laut tidak dibangun dalam satu hari, tetapi melalui langkah-langkah nyata yang dilakukan secara konsisten.

Di Pulau Noko Gili, langkah itu hari ini dimulai dari 20 rak transplantasi karang. Jumlahnya mungkin tidak besar, tetapi menjadi simbol bahwa menjaga laut selalu berawal dari kepedulian, kerja sama, dan komitmen untuk merawat kehidupan di bawah permukaan laut.


Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda 

Editor : Agus Irwanto

Sumber : Bidang KSDA Wilayah II Gresik

14 views
0 komentar
0 shares
Rating:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Artikel Terkait