
Hari Burung Migran Sedunia
Kediri, 10 Mei 2025. Saat musim dingin di belahan Bumi utara dimulai, burung-burung akan bersiap menjelajah belahan bumi lainnya yang beriklim tropis untuk mencari makan yang disebut dengan migrasi da
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Menampilkan hasil untuk: dengan tag #satwa(251 artikel ditemukan)

Kediri, 10 Mei 2025. Saat musim dingin di belahan Bumi utara dimulai, burung-burung akan bersiap menjelajah belahan bumi lainnya yang beriklim tropis untuk mencari makan yang disebut dengan migrasi da

Pada Jumat pagi, 9 Mei 2025, semesta seolah bersaksi saat seekor berang-berang cakar kecil (Aonyx cinereus) menyentuh kembali arus Sungai Grindulu yang membelah lanskap alami Pacitan. Di tepian yang b

Ketika simbol negara jatuh di tengah kota, harapan pun hinggap di tangan warga Surabaya Seekor Elang Jawa (Nisaetus bartelsi), burung pemangsa langka yang menjadi lambang Negara Kesatuan Republik Indo

Di pagi hari yang berkabut tipis, bayang-bayang pegunungan tampak seperti lukisan kabur di cakrawala. Di sebuah sudut lereng yang sepi, seekor Merak Hijau (Pavo muticus) perlahan mengembangkan sayapny

Meski peringatan Hari Bumi telah berlalu, upaya menjaga kelestarian bumi terus bergulir. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam jawa Timur (BBKSDA Jatim) melalui Unit Penyelamatan Satwa (Wildlife Res

Dalam pembaruan Daftar Merah IUCN 2025, sejumlah spesies burung di wilayah kerja BBKSDA Jatim mengalami perubahan status keterancaman. Beberapa menunjukkan sinyal positif, namun tak sedikit yang justr

Suatu pagi yang biasa di kawasan Pongangan Krajan, Manyar, berubah menjadi sedikit gaduh ketika seekor monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) terlepas dari kendali pemiliknya. Bagi sebagian warga,

Dalam dunia konservasi, tidak semua pahlawan membawa senjata. Sebagian dari mereka membawa buku catatan, semangat pantang menyerah, dan kemampuan mendengar denyut kehidupan masyarakat di pinggiran hut

Langit adalah jalan hidup bagi para penjaga udara, tempat di mana elang seharusnya terbang bebas, bukan terkekang di sudut kandang. Namun dua ekor elang paria (Milvus migrans) harus mencicipi realita