
Membuka Tabir Hutan Tua yang Masih Bernafas
Langit pagi masih dibalut kabut ketika langkah pertama tim SMART Patrol menginjak tanah lembap Cagar Alam Gunung Sigogor. Di balik hijaunya hutan perawan, tersembunyi kehidupan yang terus berdetak dal
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Menampilkan hasil untuk: dengan tag #sigogor(23 artikel ditemukan)

Langit pagi masih dibalut kabut ketika langkah pertama tim SMART Patrol menginjak tanah lembap Cagar Alam Gunung Sigogor. Di balik hijaunya hutan perawan, tersembunyi kehidupan yang terus berdetak dal

Di balik hamparan hijau Pegunungan Wilis, kehidupan berdenyut di setiap helaian dedaunan dan gemericik aliran sungai. Cagar Alam Gunung Picis dan Gunung Sigogor bukan sekadar hamparan hutan yang sunyi

Tim patroli dari Resort Konservasi Wilayah (RKW) 06 Ponorogo, Bidang KSDA Wilayah I Madiun, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur telah melaksanakan pemantauan kawasan konservasi

Kegiatan pemulihan ekosistem di Cagar Alam (CA) Gunung Picis dan CA. Gunung Sigogor telah dilaksanakan pada tahun 2022 yang lalu. Saat itu, tidak kurang 548 bibit ditanam di CA. Gunung Picis dan 400 b

Dipterocarpaceae merupakan sekelompok tumbuhan pantropis yang anggota-anggotanya banyak dimanfaatkan dalam bidang perkayuan. Suku ini praktis semuanya berupa pohon, yang biasanya sangat besar dengan k

Selama lebih dari satu abad, Katak Pohon Mutiara (Nyctixalus margaritifer) dari Gunung Wilis, Hindia (Jawa), tak terlihat. Informasi sebaran sebelumnya hanya mencakup Jawa Barat dan Jawa Tengah. Namun

Tahun ini kegiatan monitoring Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) kembali digelar di 2 kawasan konservasi, Cagar Alam (CA) Gunung Sigogor dan CA. Gunung Picis. Kedua cagar alam tersebut berada di Pegununga

Resort Konservasi Wilayah (RKW) 06 Ponorogo melaksanakan penyulaman tanaman pemulihan ekosistem tahun 2018 di Cagar Alam (CA) Gunung Picis - Ponorogo. Kegiatan yang dilaksanakan bersama dengan Masyara

Beberapa kawasan konservasi lingkup Balai Besar KSDA Jawa Timur mengalami kerusakan yang disebabkan kebakaran hutan, penjarahan, maupun bencana alam lainnya, yang mengakibatkan tidak optimalnya fungsi