Tim Matawali Evakuasi Monyet Ekor Panjang Dari Tengah Kota Pamekasan

Pamekasan – Seekor Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) yang ditemukan berada di tengah kawasan perkotaan di Kabupaten Pamekasan dievakuasi oleh Tim Matawali Seksi KSDA Wilayah (SKW) IV Pamekasan. Kini satwa tersebut telah dipindahkan ke kandang transit Unit Penyelamatan Satwa (UPS) BBKSDA Jawa Timur, Kamis (5/3/2026).

Peristiwa ini bermula pada Sabtu, 28 Februari 2026, saat petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Pamekasan menerima laporan keberadaan seekor Monyet Ekor Panjang di wilayah Kota Pamekasan. Satwa tersebut kemudian berhasil diamankan oleh petugas Damkar. Berdasarkan hasil pengamatan awal, kondisi satwa terlihat sehat namun agak kurus, sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut oleh otoritas konservasi.

Menindaklanjuti informasi tersebut, pada Senin, 2 Maret 2026, tim dari Seksi KSDA Wilayah IV Pamekasan melakukan koordinasi langsung dengan Damkar Kabupaten Pamekasan untuk membahas langkah penanganan dan rencana evakuasi satwa. Akhirnya pemindahan awal dilakukan pada 4 Maret 2026, dari Kantor Damkar Kabupaten Pamekasan menuju kantor SKW IV Pamekasan sebagai lokasi penanganan sementara.

Evakuasi lanjutan kemudian dilaksanakan 5 Maret 2026, dengan memindahkan Monyet Ekor Panjang tersebut menuju kandang transit Unit Penyelamatan Satwa (UPS) Balai Besar KSDA Jawa Timur untuk menjalani proses observasi dan perawatan lebih lanjut.

Satwa berhasil tiba di fasilitas UPS dalam kondisi selamat dan stabil, sebelum selanjutnya ditempatkan di kandang transit untuk proses pemantauan kesehatan, adaptasi, serta evaluasi perilaku guna menentukan langkah penanganan konservasi berikutnya. Kejadian ini kembali menjadi pengingat bahwa keberadaan satwa liar di wilayah perkotaan sering kali akibat interaksi manusia dengan satwa liar yang tidak semestinya.

Melalui operasi penyelamatan seperti ini, Tim Matawali BBKSDA Jatim berupaya memastikan bahwa setiap satwa liar yang ditemukan di luar habitatnya dapat ditangani secara profesional, demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati sekaligus keselamatan masyarakat. Di balik satu penyelamatan ini tersimpan pesan penting, bahwa satwa liar adalah bagian dari ekosistem alam yang harus dilindungi, bukan dipelihara atau diperdagangkan.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji – PEH Ahli Muda BBKSDA Jatim
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah II Gresik