Tertangkap Kamera Jebak, Burung Migran Langka Singgah di Cagar Alam Manggis Gadungan

Kediri – Di tengah rimbunnya hutan Cagar Alam Manggis Gadungan, sebuah kamera jebak yang dipasang diam-diam di jalur satwa merekam kehidupan yang jarang terlihat manusia. Kamera itu bekerja tanpa suara, siang dan malam, menunggu siapa saja yang melintas di jalur alami hutan.

Hasilnya cukup mengejutkan.

Tim melaporkan bahwa dari pemasangan kamera trap pada 1 November hingga 30 Desember 2025, sedikitnya lima jenis satwa liar berhasil terekam di kawasan tersebut. Beberapa di antaranya cukup sering terlihat. Kamera beberapa kali merekam Macaca fascicularis atau Monyet Ekor Panjang yang melintas di jalur hutan, juga Tupai dari ordo Scandentia yang bergerak cepat di antara pepohonan.

Selain mamalia kecil itu, kamera juga menangkap beberapa jenis burung yang menjadi penghuni hutan Jawa, seperti Halcyon cyanoventris atau Cekakak Jawa dengan warna biru cerahnya, serta Chalcophaps indica atau Delimukan Zamrud yang kerap terlihat berjalan di lantai hutan.

Namun satu rekaman menjadi perhatian khusus para penjaga rimba! Kamera jebak itu juga merekam kehadiran Pitta moluccensis, burung yang dikenal dengan nama Paok Sayap Biru atau sering juga disebut Paok Hujan.

Burung ini bukan penghuni tetap Jawa.

Paok sayap biru adalah burung migran yang berkembang biak di wilayah Asia Timur dan Asia Tenggara seperti Cina, Vietnam, Myanmar, dan Thailand. Dalam catatan pengamatan burung di Indonesia, spesies ini lebih sering dijumpai di Sumatera dan Kalimantan. Karena itu, kemunculannya di Kediri menjadi catatan penting.

Kepala Bidang KSDA Wilayah I Madiun, Agustinus Krisdijantoro, menjelaskan bahwa temuan tersebut menunjukkan pentingnya kawasan konservasi sebagai tempat hidup satwa liar.

“Rekaman kamera jebak ini menunjukkan bahwa Cagar Alam Manggis Gadungan masih menjadi habitat yang baik bagi satwa liar, baik yang menetap maupun yang datang dari luar wilayah seperti burung migran,” ujarnya.

Berdasarkan catatan pengamatan burung, kemunculan Paok Sayap Biru ini diduga menjadi catatan pertama di Jawa Timur dan perjumpaan kedua di Pulau Jawa, setelah sebelumnya tercatat di Bogor pada tahun 2024.

Selain itu, burung ini juga termasuk satwa yang dilindungi di Indonesia berdasarkan Peraturan Menteri LHK Nomor P.106 Tahun 2018.

Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur, Nur Patria Kurniawan, menilai temuan ini sebagai sinyal positif bagi kondisi ekosistem hutan di kawasan tersebut.

“Temuan Paok Sayap Biru ini merupakan catatan yang menarik. Kehadiran burung migran tersebut menunjukkan bahwa ekosistem di Cagar Alam Manggis Gadungan masih memiliki kualitas habitat yang baik untuk mendukung kehidupan satwa liar,” ujarnya.

Temuan dari kamera jebak ini menjadi pengingat bahwa hutan yang terlihat tenang sebenarnya penuh kehidupan. Di balik pepohonan yang lebat, satwa liar terus bergerak, mencari makan, dan bahkan melakukan perjalanan jauh melintasi negara.

Dan kadang, sebuah kamera kecil di tengah hutan mampu membuka cerita besar tentang bagaimana alam masih bekerja menjaga keseimbangannya.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji – PEH Ahli Muda BBKSDA Jatim
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah I Madiun

Video Kamera Jebak