Upaya pemulihan ekosistem di Suaka Margasatwa (SM) Pulau Bawean menunjukkan sinyal menggembirakan. Dalam kegiatan patroli kawasan yang dilaksanakan Tim Resort Konservasi Wilayah (RKW) 09 Gresik–Bawean, pemantauan di Blok Gunung Besar, khususnya kawasan Cengkolan dan Pameggetan, mencatat tingkat keberlangsungan hidup tanaman pemulihan ekosistem yang masih tinggi. Sekaligus mengindikasikan aktivitas satwa liar mulai kembali terlihat di area pemulihan.
Patroli yang dilakukan pada Selasa (20/1/2026) ini menjadi bagian dari penguatan pengelolaan kawasan sekaligus memastikan bahwa program Pemulihan Ekosistem (PE) Tahun 2022 beserta penyulaman Tahun 2025 berjalan sesuai tujuan. Salah satu fokus kegiatan berada di kawasan Cengkolan, lokasi batas kawasan yang berbatasan langsung dengan jalur jalan lingkar Bawean, titik yang dinilai strategis sekaligus rentan terhadap potensi gangguan.
Di sini, tim melakukan pembersihan papan informasi yang sebelumnya tertutup oleh robohan kayu kecil seukuran tiang. Pembersihan dilakukan agar papan informasi kembali terlihat jelas, sekaligus memperkuat fungsi edukasi dan penandaan kawasan bagi masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas.
Dari hasil pemantauan vegetasi, tanaman Pemulihan Ekosistem (PE) Tahun 2022 menunjukkan kondisi yang cukup baik. Sekitar 70 persen tanaman tercatat masih hidup, sementara tanaman hasil penyulaman Tahun 2025 juga banyak yang bertahan. Temuan ini menguatkan bahwa blok pemulihan masih menyimpan peluang besar untuk terus berkembang menjadi ruang hidup yang stabil bagi satwa liar, sekaligus memperkuat fungsi ekologis kawasan.
Yang menarik, di beberapa titik tim menemukan bekas gesekan tanduk rusa pada sejumlah tanaman. Jejak itu menjadi penanda aktivitas satwa yang masih intens berlangsung di sekitar area pemulihan. Dalam konteks konservasi, tanda-tanda semacam ini bukan sekadar “bekas luka” pada batang muda, melainkan sebuah pesan ekologis bahwa alam sedang bergerak, satwa sedang hadir, dan habitat masih menjadi rumah yang dipakai.
Selama patroli berlangsung, tim juga menjumpai sejumlah satwa liar. Di langit kawasan Blok Gunung Besar, Elang Ular Bawean teramati sedang melayang (soaring), memperlihatkan bentang alam yang masih mendukung aktivitas predator puncak. Beberapa jenis burung lain seperti Madu Sriganti dan Merbah Belukar turut terpantau, sementara suara Monyet Ekor Panjang terdengar dari kejauhan, menguatkan bahwa kawasan ini masih menyimpan denyut biodiversitas yang aktif.
Sebagai tindak lanjut dan optimalisasi pengelolaan kawasan, Tim RKW 09 kedepan terdapat beberapa langkah strategis yang akan dilakukan. Diantaranya penguatan penandaan kawasan dan informasi publik melalui pengecekan berkala papan informasi, pembersihan vegetasi penghalang, serta penguatan tiang/patok pada titik rawan dekat jalan lingkar.
Selain itu, diperlukan pemeliharaan intensif tanaman PE dengan pengawasan survival rate secara triwulanan. Serta penyulaman lanjutan di lokasi dengan tingkat kematian tinggi, disertai pemeliharaan ringan seperti pembersihan semak kompetitor.
Tim juga menekankan pentingnya mitigasi gangguan satwa pada tanaman muda, terutama pada titik-titik yang menunjukkan bekas gesekan tanduk rusa. Upaya ini dapat dilakukan melalui pemasangan pelindung sederhana pada tanaman rentan serta penataan jalur satwa agar aktivitas alami tidak berkembang menjadi kerusakan pada blok pemulihan.
Lebih jauh, patroli rutin juga diarahkan berbasis titik rawan, khususnya pada batas kawasan dekat akses jalan, sebagai bentuk pencegahan dini terhadap potensi gangguan.
Di atas semuanya, patroli kawasan tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan menjaga batas dan memastikan keamanan. Ia juga menjadi ruang kerja ilmiah lapangan yang penting, karena setiap perjumpaan dengan satwa liar, sekecil apa pun adalah data yang bernilai. Pencatatan biodiversitas saat patroli menjadi basis monitoring populasi dan aktivitas satwa, terutama satwa endemik Bawean, sekaligus indikator kesehatan habitat yang terus dipulihkan.
Kawasan PE di Blok Gunung Besar sedang menjalani proses panjang yang tidak instan, menumbuhkan kembali vegetasi, memulihkan struktur habitat, dan memberi ruang bagi satwa untuk kembali percaya bahwa hutan ini adalah rumah. Dan pada patroli hari ini, hutan seolah menjawab pelan, tentang tanaman bertahan, satwa mulai aktif, dan pemulihan ekosistem terus bergerak maju.
Penulis : Fajar Dwi Nur Aji – PEH Ahli Muda BBKSDA Jatim
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah II Gresik