Pelatihan Smart Patrol, Menyulam Jejak, Menjaga Alam

Share

Smart Patrol merupakan langkah baru dalam menjaga hutan, sebuah metode patroli cerdas yang menyatukan teknologi, data, dan strategi lapangan. Ia bukan sekadar catatan perjalanan, tetapi kompas yang menuntun setiap petugas agar jejak mereka bermakna bagi kelestarian rimba.

Pelatihan ini lahir dari sebuah kebutuhan, karena alam menghadapi ancaman yang kian nyata. Perburuan, perambahan, hingga api yang mengintai hutan, semua menuntut kesiapan para penjaga. Melalui Smart Patrol, para petugas tak hanya belajar berjalan di hutan, tetapi juga membaca tanda-tanda, merekam cerita, dan menjadikannya dasar untuk bertindak lebih sigap dan tepat.

Pada 19 hingga 22 Agustus, perjalanan belajar itu terjalin dipelukan Taman Wisata Alam Gunung Baung, Purwosari, Pasuruan. Hutan yang hijau dan sunyi menjelma jadi ruang kelas. Jalan setapak, bukit, dan pepohonan menjadi guru yang membisikkan hikmah.

Peserta datang dari Balai Besar KSDA Jawa Timur, para penjaga garis depan yang setiap hari menyapa hutan dengan langkah penuh tanggung jawab. Mereka hadir bukan hanya sebagai murid, melainkan sebagai pejuang yang memperkuat tekad menjaga kehidupan.

Proses pelatihan mengalir dari ruang kelas hingga ke dalam hutan. Pemaparan materi, diskusi yang menyalakan ide, simulasi penggunaan aplikasi, hingga praktik langsung menyusuri jalur patroli. Teori bertemu kenyataan, pengetahuan berpadu dengan pengalaman, membentuk keterampilan yang siap digunakan di medan sesungguhnya.

Pelatihan Smart Patrol di Gunung Baung bukan hanya sebuah agenda, melainkan sebuah ikrar. Bahwa menjaga alam adalah kerja bersama, bahwa setiap langkah kecil yang dicatat hari ini adalah warisan besar untuk generasi esok.

Sumber: Arif Wicaksono, Polhut Ahli Pertama pada Seksi KSDA Wilayah III Surabaya – Balai Besar KSDA Jawa Timur.