Patroli Konservasi Jejak Rusa di Bawean, Menjaga Genetik, Menjaga Nadi

Share

Di balik rimbunnya hutan Pulau Bawean, sebuah misi pelestarian terus bergerak. Tim Resort Konservasi Wilayah (RKW) 09 Gresik-Bawean baru saja menuntaskan patroli kawasan di Blok Gunung Besar, Suaka Margasatwa Pulau Bawean pada Selasa (27/1).

Bukan sekadar jalan setapak, langkah ini adalah upaya nyata Balai Besar KSDA Jawa Timur dalam membentengi keanekaragaman hayati dan sumber daya genetik yang tak ternilai.

Jejak Yang Berbicara
Menyisir kawasan Lalang di Desa Suwari, Sangkapura, tim menemukan pesan penting dari alam. Meski tidak bertemu langsung, keberadaan Rusa Bawean terekam jelas melalui jejak tapak kaki, sisa pakan, hingga bekas gesekan tanduk di pepohonan.

Temuan ini menjadi sinyal positif bahwa Blok Gunung Besar masih menjadi rumah yang aman dan fungsional bagi satwa endemik tersebut. Selain memantau satwa, tim juga melakukan audit fisik terhadap batas-batas kawasan untuk memastikan tidak ada gangguan terhadap integritas hutan.

Kolaborasi: Kunci Konservasi Modern
Kepala Bidang KSDA Wilayah II Gresik, Ichwan Muslih menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan kawasan konservasi sangat bergantung pada sinergi seluruh pemangkuan kepentingan.

“Rusa Bawean adalah indikator kesehatan ekosistem kita. Namun, tantangan di lapangan dinamis, sehingga pemahaman bersama mengenai batas kawasan menjadi krusial,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa strategi konservasi masa kini harus berbasis kolaborasi. Masyarakat bukan lagi objek, melainkan mitra strategis. Hutan yang terjaga bukan hanya soal satwa, tapi soal kepastian air bersih dan perlindungan dari bencana ekologis bagi warga Bawean sendiri.

Langkah ke Depan
Seluruh catatan lapangan dari patroli ini telah didokumentasikan untuk dievaluasi. BBKSDA Jawa Timur berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor dan patroli preventif. Tujuannya satu, untuk mastikan keutuhan ekosistem Gunung Besar tetap terjaga, demi keseimbangan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan dan berimbang.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji – PEH Ahli Muda BBKSDA Jatim
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah II Gresik