Pasang Jebakan, 8 Mahasiswa UIN Malang Ungkap Kekayaan Manggis Gadungan

Share

Pagi itu mendung tampak menggantung di atas Cagar Alam Manggis Gadungan, dan tak berapa lama hujanpun mulai turun membasahi setiap jengkal tanah. Meski demikian, hal ini tak membuat 8 mahasiswa program studi Biologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk menjelajahi hutan seluas 13,35 hektar itu.

Selama 2 hari, 14-15 Januari 2026, mereka mengambil berbagai data untuk mendukung kegiatan penelitian di cagar alam yang terletak di Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Dibawah rimbun tajuk hutan, mereka memasang pit fall trap dan yellow pan trap untuk mengungkap kekayaan jenis serangga yang ada di alas simpenan.

Selama proses pengambilan data mereka merasakan hujan di dalam hutan, yang menjadi sebuah pengalaman tersendiri. Air hujan yang jatuh di lebatnya tajuk hutan menghilangkan potensi terjadinya erosi tanah. Bagaimana intersepsi, aliran batang, dan tetesan tajuk dengan ajaib melembutkan tibanya air di lantai hutan.

Rencananya, selain di Cagar Alam Manggis Gadungan, mereka juga akan melakukan penelitian di saudara kembarnya manggis, Cagar Alam Besowo Gadungan yang memiliki luas 5,9 hektar. Kedua cagar alam ini memang memiliki ekosistem yang relatif terjaga, dan masih menyimpan banyak rahasia ilmu pengetahuan yang dapat terus digali.

Berbagai judul penelitian yang mereka ajukan saat pengajuan proposal ke Balai Besar KSDA (BBKSDA) Jawa Timur, seperti keanekaragaman jenis cacing tanah, Collembola, serangga, laba-laba, hingga vegetasi tumbuhan bawah.

Kegiatan penelitian seperti diatas tentu sangat terbuka bagi para akademisi untuk menyingkap rahasia yang ada di kawasan konservasi seperti cagar alam. Bagaimana caranya? Pihak akademisi hanya perlu mengajukan permohonan Simaksi atau Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi yang dilengkapi dengan proposal kepada pihak pengelola, dalam hal ini BBKSDA Jawa Timur.

Penulis: Siti Nurlaili, Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda Pada Seksi KSDA Wilayah 1 Kediri
Editor : Agus Irwanto