Kediri – Seekor Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) jantan yang bersikap agresif dan menyerang warga akhirnya berhasil diamankan oleh petugas Unit Penyelamat/Damkar Kota Kediri. Satwa tersebut kemudian diserahkan kepada Tim Matawali Seksi KSDA Wilayah (SKW) I Kediri Balai Besar KSDA Jawa Timur untuk penanganan lebih lanjut (9/3/2026).
Peristiwa ini bermula ketika warga melaporkan keberadaan seekor monyet yang bertingkah agresif dan sempat melukai beberapa orang. Situasi di lapangan sempat memanas karena sebagian warga berupaya membinasakan satwa tersebut akibat merasa terancam.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Kediri, Dhani Adi Projo, memimpin langsung proses penangkapan satwa itu bersama tim penyelamat. Setelah berhasil diamankan, monyet tersebut segera diserahkan kepada Tim Matawali SKW I Kediri untuk menghindari potensi konflik lanjutan dengan masyarakat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal petugas, monyet ekor panjang tersebut diduga merupakan satwa yang sebelumnya dipelihara oleh masyarakat. Dugaan ini diperkuat dengan ditemukannya tali pengaman yang masih terikat pada bagian tubuh satwa.
Selain itu, satwa jantan tersebut diperkirakan sedang berada dalam fase birahi, kondisi biologis yang dapat meningkatkan tingkat agresivitas pada primata. Faktor ini diduga menjadi salah satu penyebab perilaku menyerang terhadap manusia.
Penanganan cepat diperlukan untuk menghindari konflik yang lebih besar antara satwa dan masyarakat.
Saat ini, monyet ekor panjang tersebut ditempatkan sementara di kandang transit Kantor Seksi KSDA Wilayah I Kediri untuk proses observasi dan pemulihan kondisi. Dalam waktu dekat, satwa tersebut direncanakan akan dievakuasi ke Unit Penyelamatan Satwa (UPS) guna mendapatkan penanganan lanjutan sesuai prosedur penyelamatan satwa liar.
Kasus ini kembali menunjukkan risiko konflik yang muncul ketika satwa liar dipelihara oleh masyarakat dan kemudian lepas ke lingkungan permukiman. Selain membahayakan manusia, kondisi tersebut juga menempatkan satwa pada risiko perburuan atau pembunuhan oleh warga.
Balai Besar KSDA Jawa Timur mengimbau masyarakat agar tidak memelihara satwa liar, termasuk primata, karena selain berpotensi membahayakan keselamatan, juga dapat mengganggu kesejahteraan satwa dan keseimbangan ekosistem.
Upaya penyelamatan yang dilakukan Damkar Kota Kediri bersama Tim Matawali menjadi langkah penting untuk memastikan keselamatan masyarakat sekaligus melindungi satwa liar dari ancaman konflik di lingkungan manusia.
Penulis : Fajar Dwi Nur Aji – PEH Ahli Muda BBKSDA Jatim
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah I Madiun