Meski hari telah beranjak gelap dan gerimis, beberapa anggota Saka Wanabakti Kediri tampak semangat mempersiapkan makan malam bersama. Sejurus kemudian tiga orang petugas Seksi KSDA Wilayah (SKW) I Kediri terlihat hadir di lokasi untuk memberikan materi konservasi dan satwa liar.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka Catur Krida Bakti Rimba (CKBR) XXXIX tahun 2026, 9 Januari 2026. CKBR sendiri merupakan kegiatan perekrutan anggota baru untuk Saka Wanabakti Kota Kediri.
Setelah tuntas makan malam bersama, Wahyu, Polisi Kehutanan Ahli Pertama pada SKW I memulai aksinya dengan memperkenalkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur berikut tugas dan fungsinya.
“BBKSDA Jatim merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Kementerian Kehutanan yang bertugas untuk mengawasi peredaran tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi, upaya penyelamatan atau evakuasi satwa liar, pengelolaan 26 kawasan konservasi, pemberdayaan masyarakat, dan kegiatan-kegiatan konservasi lainnya”, papar Wahyu.
Tak lama berselang, Ahmad Soleh mulai bercerita tentang satwa liar yang ada di kawasan Cagar Alam (CA) Manggis Gadungan, Kediri. Ia memulai dengan memaparkan potensi keanekaragaman hayati kawasan konservasi tersebut, terutama Monyet-ekor panjang (Macaca fascicularis), si penguasa cagar alam yang hidup berkelompok.
“Selain menjaga mereka (Monyet ekor panjang) di cagar alam, kami juga kerap melakukan evakuasi monyet di beberapa daerah,” terang Ahmad Soleh.
Menurutnya, alasan yang sering didapat adalah si pemilik sudah tak mampu merawatnya karena mulai menunjukkan sifat liar.
“Disinilah pentingnya memahami bahwa keberadaan satwa liar di habitatnya sebagai penyeimbang kehidupan,” pungkasnya.
Diujung malam, Akhmad David KP. Menyampaikan materi mengenai pengenalan keunikan satwa liar, khususnya jenis-jenis burung. Ia menyampaikan bahwa setiap jenis burung memiliki keunikan, peran, dan manfaatnya tersendiri.
“Bisa dibayangkan jika burung pemakan nektar yang membantu penyerbukan bunga dan buah telah punah? Mungkin kita tidak akan menghirup wanginya bunga dan memakan aneka buah-buahan di hutan karena penyerbuknya sudah tidak ada,” ujar David berapi-api.
Beberapa pertanyaan mengemuka tentang perlindungan dan ancaman satwa liar. Dari sini tampak peserta memiliki keresahan dan kepedulian terhadap hidupan liar. Para pemateri menjawab dengan lugas semua pertanyaan dari peserta, dengan harapan para anggota baru Saka Wanabakti Kota Kediri semakin paham mengenai konservasi satwa liar.
Penulis : Akhmad David Kurnia Putra, Polisi Kehutanan pada SKW I Kediri
Editor : Agus Irwanto