Air Berbelok, Sampah Tertahan, Patroli SMART Pastikan CA Manggis Tetap Aman

Kediri – Tim SMART Patrol Resort Konservasi Wilayah (RKW) 01 Kediri melaksanakan patroli rutin di kawasan Cagar Alam Manggis. Patroli dilakukan untuk memantau potensi dampak limpasan sampah plastik akibat hujan deras yang mengarah ke kawasan konservasi (03/03/2026).

Di sekitar Pal 14, tim menemukan saluran air yang membawa material sampah plastik dan sedimen. Sumbatan terjadi di rajeg penyaring sampah yang dibangun pada akhir Desember 2024. Material sedimen dan sampah yang tertahan menyebabkan aliran air tidak lagi menembus tanah, melainkan membentuk jalur baru di atas tanggul sedimen dan berbelok ke arah selatan.

Akibatnya, tumpukan sampah baru teridentifikasi di areal produksi Perhutani, sekitar 200 meter di sisi selatan kawasan konservasi. Namun, hingga patroli dilakukan, tidak ditemukan indikasi masuknya sampah plastik ke dalam kawasan Cagar Alam. Kawasan inti dinyatakan dalam kondisi aman dari potensi cemaran pada musim hujan tahun ini.

Selain memantau saluran air, tim juga menemukan Pal Batas 10 dalam kondisi rusak. Sebagian struktur beton pecah dan tulang besi terlihat. Kerusakan ini dinilai perlu segera ditindaklanjuti untuk menjaga kejelasan batas kawasan.

Pada titik yang sama, petugas memeriksa kamera trap yang terpasang untuk pemantauan satwa. Peralatan dilaporkan dalam kondisi aman dan masih terpasang sesuai posisi awal. Di sekitar lokasi, tim mendapati banyak semai kedawung tumbuh alami di bawah tegakan induknya, menunjukkan proses regenerasi yang berlangsung baik.

Satu individu anakan ular Sanca kembang (Malayopython reticulatus) dengan panjang kurang dari satu meter juga terpantau di area buffer zone sekitar Pal 10. Satwa tersebut tidak menunjukkan perilaku agresif dan dibiarkan kembali ke habitat alaminya.

Patroli rutin yang dilaksanakan menjadi instrumen penting untuk deteksi dini gangguan kawasan, terutama pada musim hujan ketika risiko limpasan sampah dan perubahan aliran air meningkat.

Patroli ini menegaskan dua hal, bahwa tekanan dari luar kawasan tetap ada, tetapi sistem pengamanan dan pemantauan di lapangan masih bekerja. Upaya perawatan infrastruktur batas dan pengelolaan saluran air akan menjadi tindak lanjut berikutnya untuk memastikan integritas kawasan tetap terjaga.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji – PEH Ahli Muda BBKSDA Jatim
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah I Madiun