Pantai Bajulmati terasa berbeda pada Minggu (24/8/2025). Di tepian pasir keemasan yang membentang di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, ratusan tukik Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) bergegas meninggalkan jejak kecilnya menuju debur ombak Samudera Indonesia. Sebanyak 671 tukik dilepasliarkan ke habitat alaminya, membawa pesan tentang asa dan tanggung jawab besar, menjaga keberlangsungan satwa laut yang kian terancam.
Kegiatan pelepasliaran ini digelar oleh Resort Konservasi Wilayah (RKW) 18 Malang dan Pulau Sempu BBKSDA Jawa Timur, bekerja sama dengan Yayasan Konservasi Penyu Jawa Timur (BSTC). Acara ini dihadiri berbagai pihak, mulai dari Perhutani KPH Malang, Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Malang, hingga masyarakat sekitar yang dengan penuh antusias menyaksikan langkah kecil tukik menembus ombak.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen multi-pihak dalam menyelamatkan penyu, satwa laut yang dilindungi undang-undang sekaligus bagian penting ekosistem pesisir. Acara dimulai dengan sambutan Ketua Yayasan Konservasi Penyu Jawa Timur, yang menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga penyu. Dilanjutkan dengan sesi Sekolah Alam, sebuah edukasi terbuka tentang peran penyu dalam keseimbangan ekosistem laut, mulai dari menjaga populasi ubur-ubur hingga mempertahankan rantai makanan alami.
Selanjutnya, dilakukan serah terima tukik dari pihak yayasan kepada BBKSDA Jatim sebagai simbol sinergi dalam konservasi. Puncaknya, ratusan tukik kecil itu dilepas satu per satu ke hamparan laut, disambut sorak haru masyarakat dan suara deburan ombak yang seakan memberi restu.
Pelepasliaran tukik bukan sekadar acara seremonial. Ia adalah ritual harapan, bahwa dari ratusan tukik yang dilepas, meski mungkin hanya satu atau dua yang akan bertahan hingga dewasa, kehidupan laut akan terus berputar.
Pantai Bajulmati hari itu bukan sekadar saksi pelepasan tukik. Ia menjadi panggung pengingat, bahwa konservasi bukanlah tugas satu instansi atau komunitas, melainkan gerakan bersama untuk menjaga warisan alam.
Menjaga penyu sama dengan menjaga laut. Dan menjaga laut, artinya menjaga kehidupan manusia. demikian pesan yang berulang kali ditekankan dalam acara tersebut. (dna)
Sumber: Bidang KSDA Wilayah 3 Jember – Balai Besar KSDA Jawa Timur