Dari Bubut hingga Landak, Hasil Patroli Ungkap Kondisi Terkini Gua Nglirip
Tuban – 4 Mei 2026. Patroli terpadu yang dilakukan Balai Besar KSDA Jawa Timur bersama Masyarakat Mitra Polhut (MMP) memastikan kondisi Cagar Alam Gua Nglirip relatif aman dan terkendali. Kegiatan ini berlangsung pada 21 April 2026, mencakup seluruh grid pengamatan di blok CA 1 dan CA 2.
Kegiatan diawali dengan briefing untuk menyamakan strategi dan pembagian tugas lapangan. Tim kemudian bergerak menyusuri kawasan dengan metode patroli melingkar, sembari melakukan pencatatan potensi keanekaragaman hayati menggunakan aplikasi SMART Mobile, sebuah sistem pemantauan berbasis data yang kini menjadi tulang punggung pengelolaan kawasan konservasi.
Hasil pengamatan mencatat keberadaan sejumlah satwa liar yang masih aktif memanfaatkan habitat kawasan. Di antaranya Bubut alang-alang, Burung kutilang, Perenjak Jawa, Perkutut, Tekukur, serta mamalia Landak Jawa dan unggas endemik Ayam Hutan Hijau. Keberadaan satwa-satwa ini menjadi indikator bahwa fungsi ekologis kawasan masih berjalan.
Selain fauna, tim juga mendokumentasikan vegetasi penyusun ekosistem. Jenis-jenis yang teridentifikasi antara lain Randu alas, Jati, Kedoya, Pule, berbagai jenis Ficus, serta Kedondong hutan. Komposisi vegetasi ini berperan penting dalam menjaga ketersediaan pakan dan ruang hidup satwa.
Dalam patroli yang sama, petugas juga melakukan pemeliharaan kawasan. Penyiangan tanaman dan pembersihan gulma dilakukan di sekitar 16 pal batas pada blok CA 1 dan CA 2. Secara umum, kondisi fisik pal batas masih baik, namun penomoran mulai memudar sehingga memerlukan pengecatan ulang untuk menjaga kejelasan batas kawasan.
Selama kegiatan berlangsung, tidak ditemukan indikasi gangguan dari aktivitas manusia maupun ancaman signifikan dari faktor alam. Meski demikian, pengawasan akan tetap dilanjutkan secara berkala sebagai langkah antisipatif.
Patroli berbasis SMART ini menunjukkan bahwa pemantauan rutin tidak hanya berfungsi sebagai alat kontrol, tetapi juga sebagai instrumen penting dalam membaca dinamika ekosistem. Dari burung yang bersuara di tajuk hingga mamalia yang bergerak senyap di lantai hutan, setiap temuan menjadi penanda bahwa kehidupan di Gua Nglirip masih berlangsung, dan terus dijaga.
Penulis : Fajar Dwi Nur Aji – PEH Ahli Muda
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah I Madiun