Upaya Warga Dan BBKSDA Jatim Redam Gangguan Monyet Yang Turun Ke Kebun
Pacitan – Serangan ratusan Monyet Ekor Panjang ke lahan pertanian warga di Dusun Bonrejo, Desa Belah, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, memaksa warga dan petugas turun tangan bersama. Tanaman pangan seperti singkong, jagung, kacang, hingga pisang dilaporkan rusak akibat gangguan yang terjadi berulang dalam beberapa waktu terakhir.
Balai Besar KSDA Jawa Timur melalui tim Resort Konservasi Wilayah (RKW) 05 – Seksi KSDA Wilayah II melakukan penanganan langsung di lokasi pada 27 April 2026. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi sebelumnya antara petugas lapangan dan Pemerintah Kecamatan Donorojo pada 14 April 2026, menyusul laporan meningkatnya gangguan satwa liar di wilayah tersebut.
Setelah berkoordinasi dengan pihak kecamatan, tim bersama perangkat desa menuju lokasi terdampak. Lahan pertanian warga berada sekitar satu kilometer dari kawasan hutan produksi Perhutani BKPH Wonogiri. Berdasarkan keterangan warga, kawasan tersebut diduga menjadi habitat awal kelompok monyet yang kini memasuki area kebun.
Warga menyebut jumlah satwa yang datang mencapai ratusan ekor dan terbagi dalam beberapa koloni. Pola serangan yang tidak menentu membuat upaya pengusiran menjadi tidak efektif jika dilakukan secara sporadis.
Sebagai langkah penanganan awal, tim bersama masyarakat memasang pita reflektor sepanjang kurang lebih 150 meter di jalur perlintasan satwa yang berbatasan langsung dengan kebun warga. Metode ini memanfaatkan respons alami satwa terhadap gangguan visual untuk mengurangi intensitas masuknya monyet ke area pertanian.
Selain itu, petugas juga mengarahkan masyarakat untuk melakukan pengamanan mandiri melalui penjagaan kebun, perondaan rutin, serta penggunaan alat pengusir tradisional seperti bunyi-bunyian. Variasi metode dinilai penting mengingat karakter Monyet Ekor Panjang yang adaptif dan cepat belajar terhadap pola ancaman.
Pihak kecamatan dan masyarakat Desa Belah menyampaikan apresiasi atas respons cepat yang dilakukan oleh BBKSDA Jawa Timur. Mereka berharap upaya ini dapat menekan kerugian yang dialami petani serta mencegah konflik yang lebih luas.
Peristiwa ini mencerminkan dinamika yang kerap terjadi di wilayah berbatasan dengan kawasan hutan. Perubahan kondisi habitat dan ketersediaan pakan di alam menjadi faktor yang mendorong satwa liar memasuki ruang hidup manusia.
Di Pacitan, respons cepat dan kolaborasi menjadi kunci. Namun, upaya jangka panjang tetap dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan manusia dan keberlanjutan habitat satwa liar.
Penulis : Fajar Dwi Nur Aji – PEH Ahli Muda
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah I Madiun