Berita

Saat Damkar, Perhutani, dan KSDA Bersatu: Menyelamatkan Trenggiling di Blitar

Blitar – Di sebuah lanskap hutan lindung di Wlingi, Blitar, seekor Trenggiling Jawa (Manis javanica) kembali menyentuh tanah yang lama terpisah darinya. Pelepasliaran yang dilakukan pada Senin, 27 April 2026 ini menjadi penanda keberhasilan kolaborasi lintas sektor dalam upaya penyelamatan satwa liar yang kian terancam.

Peristiwa ini bermula dua hari sebelumnya, Sabtu, 25 April 2026. Seekor trenggiling ditemukan oleh masyarakat di wilayah Kota Blitar. Satwa nokturnal yang dikenal tertutup dan rentan terhadap gangguan ini kemudian diamankan oleh Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Blitar, sebelum dilaporkan kepada Tim Matawali RKW 02 Blitar – Balai Besar KSDA Jawa Timur.

Merespons laporan tersebut, tim segera bergerak. Koordinasi dilakukan dengan Damkar serta Perum Perhutani KPH Blitar untuk memastikan penanganan yang tepat, sekaligus menentukan lokasi pelepasliaran yang memenuhi kriteria ekologis. Pilihan jatuh pada kawasan Hutan Lindung, RPH Tembalang, BKPH Wlingi, wilayah yang dinilai masih memiliki daya dukung habitat bagi trenggiling.

Dalam proses pelepasliaran, kehati-hatian menjadi prioritas. Petugas memastikan kondisi satwa stabil sebelum dilepas. Ketika pintu kotak transport dibuka, trenggiling itu sempat diam sejenak, lalu perlahan bergerak masuk ke dalam rimbunnya vegetasi, menghilang tanpa suara. Momen singkat yang menyiratkan kembalinya satu kehidupan ke habitat alaminya.

Kegiatan ini mencerminkan implementasi nyata Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2023, serta penguatan program Matawali dalam penyelamatan tumbuhan dan satwa liar. Lebih jauh, keberhasilan ini menunjukkan bahwa konservasi tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, pengelola kawasan, dan masyarakat.

Namun demikian, kejadian ini juga menjadi pengingat penting. Interaksi antara manusia dan satwa liar masih sering terjadi, baik akibat tekanan terhadap habitat maupun kurangnya pemahaman masyarakat. Oleh karena itu, upaya sosialisasi dan edukasi konservasi perlu terus diperkuat, baik melalui pendekatan langsung di lapangan maupun pemanfaatan media digital.

Trenggiling yang dilepas hari itu mungkin hanya satu individu. Namun bagi spesies yang menghadapi ancaman serius akibat perburuan dan perdagangan ilegal, setiap penyelamatan memiliki arti besar.

Di hutan Wlingi, jejaknya mungkin segera lenyap ditelan tanah dan dedaunan. Tetapi kisah penyelamatannya menjadi bukti bahwa ketika manusia memilih untuk bersatu, peluang bagi kelestarian keanekaragaman hayati tetap terbuka.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji – PEH Ahli Muda
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah I Madiun