Berita

Pelepasliaran Sanca Kembang di Jantung Hutan Dander

Bojonegoro – Tim Matawali Balai Besar KSDA Jawa Timur bersama Perum Perhutani melaksanakan kegiatan pelepasliaran dua ekor ular Sanca Kembang (Malayopython reticulatus) di Kawasan Perlindungan Setempat (KPS) Balung Panggang, wilayah RPH Ngunut, BKPH Dander, KPH Bojonegoro, 19 Mei 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari giat Matawali Resor KSDA Wilayah (RKW) 03 dan Seksi KSDA Wilayah II Bojonegoro, yang bertujuan mengembalikan satwa liar ke habitat alaminya sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.

Dua individu sanca kembang yang dilepasliarkan berjenis kelamin betina dengan panjang masing-masing sekitar 3,6 meter dan 3,7 meter. Kedua satwa tersebut sebelumnya merupakan hasil penyerahan dari Damkar Pos Singgahan, Kabupaten Tuban, setelah ditemukan di luar habitat alaminya dan berpotensi menimbulkan interaksi negatif dengan manusia.

Sebelum pelepasliaran dilakukan, tim terlebih dahulu melaksanakan koordinasi dan kajian kelayakan habitat bersama jajaran Perum Perhutani KPH. Bojonegoro, meliputi Waka KPH, Kepala BKPH Dander, serta Kepala RPH Ngunut. Kajian tersebut mencakup analisis kondisi tutupan lahan, ketersediaan sumber pakan, akses air, serta potensi gangguan terhadap satwa.

Berdasarkan hasil kajian, kawasan KPS Balung Panggang dinilai memenuhi kriteria sebagai lokasi pelepasliaran. Area ini masih memiliki tutupan vegetasi yang relatif baik serta tingkat gangguan manusia yang rendah, sehingga mendukung keberlangsungan hidup satwa liar, khususnya predator seperti sanca kembang.

Proses pelepasliaran berlangsung dalam kondisi terkendali. Satwa dilepaskan secara langsung ke habitat yang telah ditentukan, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian untuk meminimalkan stres pada satwa dan memastikan peluang adaptasi yang optimal.

Sanca kembang merupakan salah satu spesies reptil yang memiliki peran penting dalam ekosistem hutan tropis sebagai predator alami. Keberadaannya membantu mengendalikan populasi satwa mangsa, sehingga menjaga keseimbangan rantai makanan di habitatnya.

Kegiatan pelepasliaran ini juga menjadi bagian dari upaya mitigasi konflik manusia dan satwa liar, yang masih kerap terjadi di beberapa wilayah akibat perubahan lanskap dan meningkatnya aktivitas manusia di sekitar habitat alami satwa.

Melalui kolaborasi antara BBKSDA Jawa Timur dan Perum Perhutani, diharapkan pengelolaan kawasan hutan dapat berjalan selaras dengan upaya konservasi keanekaragaman hayati. Pelepasliaran ini menjadi salah satu langkah konkret dalam memastikan bahwa satwa liar tetap memiliki ruang hidup yang layak di alam.

Di tengah tegakan jati Dander yang rimbun, dua sanca kembang itu perlahan menghilang ke dalam semak dan lantai hutan, kembali menjadi bagian dari sistem alam yang lebih besar, tempat mereka menjalankan perannya dalam menjaga keseimbangan yang tak selalu terlihat, namun sangat menentukan.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji – PEH Ahli Muda
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah I Madiun