Type to search

Artikel

Lebih Dekat Dengan Penjaga Lereng Argopuro

Share
Tak banyak yang mengenal sosok pemuda satu ini, apalagi bagi kita yang belum pernah menjejakkan kaki di Gunung Argopuro atau Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang. Dia-lah Samhaji, anak desa sekitar pegunungan yang awalnya bekerja mencari kembang angin, sejenis tanaman obat yang tumbuh pada pohon-pohon hutan tropis basah dataran tinggi Yang atau Argopuro. 
 
Tahun 2009, dia sempat bekerja di perkebunan sawit Kalimantan namun kerinduan ke tanah kelahirannya mengalahkan tekadnya untuk merantau. Sekembalinya Samhaji ke Baderan kembali menekuni pekerjaan mencari kembang angin yang menjadikan dirinya harus berhadapan dengan petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur. 
 
Melihat keahlian dan pengetahuannya terhadap medan pegunungan Argopuro maka mulai tahun 2011 dirinya direkrut menjadi Tenaga Pengaman Swakarsa di BBKSDA Jatim. Hampir tanpa kesulitan yang berarti dirinya bisa bergabung dan menyesuaikan dengan pola pekerjaan yang berkaitan dengan konservasi. Salah satu kesulitan utama pengelolaan kawasan Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang (SM. DT. Yang) adalah kondisi kawasan yang luas dan banyaknya pintu masuk kawasan.
 
Kemampuannya yang di atas rata-rata pemuda sebayanya, cukup memudahkan petugas RKW yang berada di Baderan untuk memoles keahliannya. Hampir seluruh spot yang dijadikan lokasi eksplorasi sudah pernah di kunjungi oleh Samhaji. Pengetahuan dan pemetaannya secara awam terhadap gunung Argopuro telah terpoles pada saat kegiatan eksplorasi. Hal ini terbuktikan saat Samhaji turut serta dalam mendampingi eksplorasi Pertamina Geothermal Energy (PGE). Peran Samhaji dalam perjalanan dan navigasi di lebatnya hutan tropis basah dataran tinggi Yang banyak mempermudah dan mengefektifkan jalannya kegiatan. 
 
Mungkin masih segar dalam ingatan kita, meski baru saja selesai mendampingi petugas BBKSDA Jawa Timur, dirinya dengan sigap langsung melaksanakan perintah untuk mengevakuasi pendaki yang tersesat. Dalam kurun waktu 18 jam, dirinya dipandu dari pos Baderan dan bersama seorang porter berhasil mengevakuasi 4 orang pendaki dan mengarahkan 10 orang pendaki ke jalur keluar terdekat. Kita patut berbangga memiliki Mitra Polhut seperti Samhaji tersebut, namun tidak boleh kita lupakan juga orang-orang yang berada di balik keberhasilan Samhaji. 
 
Ditengah minimnya personil lapangan seperti sekarang ini, sosok Samhaji dapat menjadi andalan teknis di lapangan. Satu yang perlu kita ingat bahwa satu orang Samhaji belum cukup untuk mengoptimalkan pengelolaan kawasan di pegunungan Argopuro. Kita masih perlu mendidik Samhaji-Samhaji lain yang turut menjaga dan melestarikan Argopuro. Terima kasih kawan-kawan Pos Baderan. (Adnan Aribowo, S.Sos. / Polisi Kehutanan pada BBKSDA Jatim)
 

Leave a Comment