Bukan Sekadar Kenangan, Mereka Menanam Harapan Untuk Bawean

Bawean - Ada banyak cara mengakhiri sebuah perjalanan. Sebagian orang memilih membawa pulang oleh-oleh, sebagian lainnya mengabadikan momen melalui foto. Namun bagi sekelompok mahasiswa yang baru menyelesaikan ekspedisi ilmiah di Pulau Bawean, akhir perjalanan justru ditandai dengan meninggalkan kehidupan baru yang kelak akan tumbuh bersama waktu.
Menjelang kepulangan usai mengikuti Ekspedisi Karsa Lestari Bawean Pendidikan Intermediate Divisi Penelitian Lingkungan Hidup dan Alam Bebas Tahun 2026 yang berlangsung pada 18–25 Juli 2026, mahasiswa pecinta alam WANALA Universitas Airlangga (UNAIR) memanfaatkan waktu menunggu jadwal keberangkatan kapal dengan melakukan aksi penanaman berbagai jenis tumbuhan di halaman Pos Riset RKW 09 Gresik–Bawean, Balai Besar KSDA Jawa Timur, 30 Juli 2026.
Kegiatan tersebut kemudian diikuti oleh empat mahasiswa Kerja Praktik Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Analitika Data (FSAD), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang selama beberapa pekan melaksanakan kegiatan akademik dan penelitian di Pulau Bawean. Bersama-sama mereka menunjukkan bahwa kontribusi terhadap konservasi tidak selalu diwujudkan dalam kegiatan berskala besar, tetapi dapat dimulai dari tindakan sederhana yang memberi manfaat jangka panjang.
Bibit yang ditanam merupakan jenis-jenis tumbuhan yang memiliki nilai ekologis dan ilmiah, yakni Wijaya Kusuma Kraton (Pisonia grandis), Kayu Manis, Kayu Paek (Prunus javanica), serta serta Prunus arborea. Khusus dua spesies Prunus tersebut, keberadaannya menjadi bagian dari kekayaan flora hutan Indonesia yang memiliki potensi penting bagi penelitian biodiversitas sekaligus mendukung upaya pelestarian plasma nutfah tumbuhan yang saat ini dilakukan oleh Balai Besar KSDA Jawa Timur.
Penanaman dilakukan di lingkungan Pos Riset RKW 09 Gresik–Bawean yang terus dikembangkan sebagai ruang kolaborasi antara pengelola kawasan konservasi, akademisi, mahasiswa, dan para peneliti. Kehadiran berbagai jenis tumbuhan lokal di halaman tersebut diharapkan menjadi koleksi hidup yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, pengamatan ilmiah, sekaligus memperkuat fungsi pos riset sebagai simpul pengembangan ilmu pengetahuan konservasi di Pulau Bawean.
Tidak ada kegiatan seremonial. Aksi ini mencerminkan semangat bahwa konservasi merupakan tanggung jawab bersama. Pengelolaan kawasan konservasi tidak hanya membutuhkan perlindungan terhadap satwa liar dan habitatnya, tetapi juga dukungan generasi muda yang mampu menghadirkan gagasan, penelitian, dan aksi nyata di lapangan.
Bagi para mahasiswa, bibit-bibit yang ditanam mungkin hanyalah bagian kecil dari rangkaian ekspedisi yang mereka jalani. Namun bagi Pulau Bawean, pohon-pohon tersebut dapat menjadi awal dari kisah yang lebih panjang. Kelak, ketika tajuknya mulai menaungi halaman Pos Riset, ia akan menjadi pengingat bahwa pernah ada sekelompok anak muda yang memilih meninggalkan harapan daripada sekadar kenangan.
Di tengah berbagai tantangan pelestarian keanekaragaman hayati, kolaborasi seperti inilah yang sesungguhnya menjadi fondasi konservasi masa depan. Ilmu pengetahuan, kepedulian, dan aksi nyata bertemu dalam satu ruang yang sama, membuktikan bahwa setiap langkah kecil dapat memberi arti besar bagi keberlanjutan alam.
Karena pada akhirnya, keberhasilan sebuah ekspedisi tidak hanya diukur dari data yang berhasil dikumpulkan atau laporan yang selesai ditulis. Ia juga diukur dari jejak positif yang ditinggalkan bagi tempat yang telah memberikan begitu banyak pelajaran.
Pulau Bawean telah memberi mereka pengalaman. Sebagai balasannya, mereka memilih meninggalkan harapan yang akan terus bertumbuh.
Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda
Editor : Agus Irwanto
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!



