
Taman Wisata Alam Kawah Ijen DITUTUP !!!
Melalui Surat Edaran Nomor : SE.03/K2/BIDTEK.1/KSA/3/2018 tanggal 23 Maret 2018, Taman Wisata Alam Kawah Ijen ditutup untuk kunjungan wisata. Penutupan ini dilakukan hingga batas waktu yang belum
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Menampilkan hasil untuk: dengan tag #jawa-timur(970 artikel ditemukan)

Melalui Surat Edaran Nomor : SE.03/K2/BIDTEK.1/KSA/3/2018 tanggal 23 Maret 2018, Taman Wisata Alam Kawah Ijen ditutup untuk kunjungan wisata. Penutupan ini dilakukan hingga batas waktu yang belum

Upacara memperingati Hari Bakti Rimbawan dan Hari Hutan Internasional diselenggarakan digelar di Plasa Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, 22 Maret 2018. Tampil sebagai Inspektur Upacara yakni Sekre

[caption id="attachment_4039" align="aligncenter" width="720"] Foto : Sam Kawah Ijen[/caption] Diperkirakan adanya letupan pada permukaan kawah, kawasan Taman Wisata Alam Kawah Ijen ditutup untuk kunj

Masyarakat Mitra Pohut (MMP) Balai Besar KSDA Jawa Timur melaporkan bahwa telah menemukan dua buah sarang Kakatua Kecil Jambul Kuning (Cacatua sulphurea abbotti) di Pulau Masakambing. Sarang baru ter

Petugas Resort Konservasi Wilayah (RKW) Ponorogo – Pacitan menerima penyerahan seekor Kukang (Nycticebus sp), 19 Maret 2018 sore di Pacitan. Adalah Inggil Saifullah, pemuda yang tinggal di Sidoharjo,

Pada 19 Maret 2018 kemarin, Balai Besar KSDA Jawa Timur melalui Seksi Konservasi Wilayah III Surabaya menerima pelimpahan barang bukti bagian bagian satwa liar berupa daging jenis Kima (Tridacna squa

Pendaki gunung mana sih yang tidak mengetahui Savana Sikasur yang terletak di Suaka Margasatwa Dataran tinggi Yang atau Gunung Argopuro ini. Kalau belum tahu mungkin kalian kurang jauh mainnya. Para

Pemberitaan di media sosial menjadi pokok pembahasan terakhir pada hari kedua kegiatan Evaluasi Pelaksanaan DIPA 2018 dan Pelatihan Jurnalistik, di Swiss Bellin Hotel, 14 maret 2018. Salah satu pemat

Perkembangan zaman menuntut perubahan dalam pengelolaanya, pun dalam pengelolaan konservasi alam, dengan tanpa perubahan pola kelola, akan tergulung dan tergerus zaman. Tata kelola konservasi tidak h